wpc -kompas

 

Kata orang, hidup di jaman sekarang serba susah. Apalagi semenjak krisis keuangan melanda negeri kita. Akibatnya, mencari pekerjaan sulit, membeli barang-barang dari bahan bakar sampai sembako juga membelit karena selangit harganya. Oleh karena itu, jadi orang di jaman sekarang harus punya daya juang yang tinggi. Keluarga-keluarga harus memperketat manajemen keuangan mereka, jika tidak ingin dilanda malapetaka. Bencana mengintai tidak saja melalui alam semesta, tetapi juga dalam aspek lain seperti kesehatan, pendidikan dan mata pencaharian, dan semuanya itu berpengaruh bagi kesejahteraan.

Berbicara tentang kesejahteraan keluarga, pakem lama mengatakan bahwa suami adalah tulang punggung kesejahteraan dalam rumah tangga. Saat ini, lebih baik anggapan seperti itu dibuang jauh. Seluruh komponen dalam rumah tangga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk mendukung keluarganya menuju kesejahteraan, menurut kemampuan masing-masing anggotanya. Oleh karena itu, setiap keluarga harusnya punya strategi untuk berjuang demi kesejahteraan seluruh anggotanya.

Peran serta ibu rumah tangga saat ini layak diperhitungkan dan perlu dikembangkan dalam menyejahterakan keluarga. Bukan berarti semua ibu harus meninggalkan rumah dan anak-anak mereka untuk bekerja mencari nafkah. Keluarga yang kedua orang tuanya bekerja siang dan malam, juga membahayakan kesejahteraan batin anak, akibatnya, anak dapat jatuh dalam jerat masalah seperti narkoba atau seks bebas. Oleh karena itu, strategi yang baik adalah bagaimana membawa keluarga menuju kesejahteraan baik lahir maupun batin.

Menjadi seorang ibu rumah tangga haruslah kreatif memanfaatkan kemampuan, juga realistis dalam berbagi tugas dengan suami dalam membesarkan anak-anak. Seorang ibu juga sebaiknya bisa mandiri, tidak melulu tergantung pada suami. Seorang ibu yang mandiri adalah pribadi yang secara proaktif mengambil tindakan-tindakan tertentu untuk mendukung dan membina rumah tangganya. Mandiri bukan berarti melakukan hal sesuka hati sang istri tanpa mempedulikan pendapat suami.

Ada banyak cara yang mencerminkan kemandirian, misalnya, dalam mengurus anak-anak, tetek bengek rumah tangga atau dalam hal mengelola maupun mendukung pendapatan keluarga. Dalam tulisan ini, penulis akan menyempitkan pembahasan tentang kemandirian dalam mendukung pendapatan rumah tangga.

Salah satu cara yang mencerminkan kemandirian dan kreativitas adalah menjalankan kegiatan kewirausahaan atau entrepreneurship. Sederhananya, menjalankan sebuah kegiatan bisnis kecil-kecilan. Bukan tidak mungkin lagi di jaman sekarang, perempuan berkecimpung di kewirausahaan. Bahkan kegiatan ini semakin meningkat di masyarakat dewasa ini. Karena, kegiatan yang menghasilkan uang ini tidak memerlukan modal besar dan dapat dilakukan dalam skala rumahan. Jadi ibu-ibu pun dapat melakukannya sembari mengurus rumah, mengawasi dan menemani anak-anak mereka, dan akhirnya menghasilkan uang untuk pendapatan keluarga.

Melakukan wirausaha, selain menghasilkan uang juga memberi beberapa manfaat lain, yaitu kepuasan batin. Hal ini disebabkan karena usaha yang dilakukan tanpa perintah atau suruhan dari seorang atasan. Pelaku wirausaha bebas berkreasi dalam mewujudkan usahanya. Usaha tersebut haruslah disertai ketelatenan dan keuletan, tidak kenal menyerah. Apabila wirausaha dijalankan tanpa semangat tentu tidak menghasilkan apa-apa. Keberhasilan dalam menjalankan wirausaha menambah rasa percaya diri dan memberi rasa aktualisasi diri bagi pribadi yang menjalankannya. Biasanya, usaha seperti ini berangkat dari hobby atau kegemaran seseorang. Misalnya, seseorang gemar membaca dan ia mengkoleksi banyak buku dari kegemarannya itu. Bila cukup kreatif dan dengan modal sedikit saja, ia dapat mendirikan sebuah taman bacaan bagi masyarakat sekitarnya. Contoh lain adalah kegemaran menonton dan mengkoleksi berbagai jenis film dalam kepingan DVD atau VCD. Kegemarannya itu dapat dimanfaatkan untuk membuka sebuah kios penyewaan DVD. Contoh lain lagi adalah kegemaran memasak. Dari situ, seseorang bisa membuka usaha katering, rumah makan atau sekedar mensuplai makanan buatannya ke toko-toko besar. Semuanya itu bisa dilakukan disesuaikan dengan besar modal yang dimiliki.

Manfaat lainnya dalam menjalankan wirausaha adalah meningkatnya ikatan silaturahmi antar individu. Silaturahmi terjadi antara pengusaha dan pembeli maupun sesama pengusaha. Dalam menjalankan bisnis wirausaha beberapa orang berkumpul untuk memproduksi sesuatu atau untuk memasarkan barang tertentu. Ketika berkumpul, ikatan kebersamaan muncul dan mempererat hubungan antar individu.

Dari paragraph di atas, kita telah mengetahui tujuan menjalankan wirausaha, manfaat dan siapa saja yang bisa melakukannya. Mau mencoba? Jangan lupa, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam memulai dan menjalankan sebuah wirausaha. Pertama, jangan terlalu berpikir soal untung besar. Pikirkanlah bahwa usaha yang anda jalankan itu bermanfaat tidak hanya melulu dalam hal finansial, tapi juga kepuasan batin karena dapat melakukan sesuatu yang berguna. Berangkat dari situ, anda akan merasa senang menjalankan usaha. Rasa senang dan bahagia mendorong anda memberi treatment yang baik kepada pembeli. Pembeli akan merasa nyaman melakukan transaksi dengan anda. Dan tanpa anda sadari, pembeli akan memberi nilai lebih dan sangat mungkin memberi rekomendasi kepada orang lain untuk membeli di tempat anda. Keuntungan akan datang dengan sendirinya.

Kedua, jangan lupa untuk rajin-rajin menjalin networking dengan semua pihak yang dapat mendukung usaha anda. Tidak usah muluk-muluk juga dalam menjalin network, sampai harus mengadakan audiensi di hadapan presiden atau gubernur. Sebaiknya mulai dari yang terdekat seperti tetangga di RT/RW terdekat atau kumpulan ibu-ibu arisan, PKK atau ibu-ibu yang antar jemput anaknya di sekolah.

Ketiga, anda harus jeli melihat trend pasar, kebutuhan masyarakat, apa yang tidak ada tapi dibutuhkan. Tips ini susah-susah gampang. Untuk gampangnya, bisa mulai dari apa yang menjadi minat anda. Misalnya, jika anda minat terhadap seluk beluk kuliner, anda akan lebih gampang melakukan riset pasar di bidang kuliner. Demikian juga jika anda berminat terhadap fashion, alat elektronik, olahraga atau peralatan rumah tangga. Berangkat dari hal yang anda minati, kemudian dilakukan riset pasar. Riset pasar adalah sebuah upaya untuk mengetahui apakah jenis produk tertentu dibutuhkan masyarakat atau tidak. Setidaknya ada 3 langkah yang dilakukan dalam sebuah riset pasar antara lain, pertama mengamati situasi pasar. Kedua, mengukur permintaan terhadap sebuah produk.Ketiga, memeriksa persaingan antar penjual. Terakhir, berbekal hasil riset pasar, hasilkan sesuatu yang baru. Jangan latah menghasilkan produk yang sudah dihasilkan oleh orang lain. Hasilkan sesuatu yang khas dan unik.

Nah, ibu-ibu dan saudara-saudari semuanya… kelihatannya tidak sulit bukan menjalankan wirausaha? Awali dengan motivasi anda sendiri, bukan dari orang lain. Jalani dengan sederhana, tanpa ada paksaan dan tidak muluk-muluk mengharapkan hasilnya. Maka semata-mata wirausaha yang anda jalankan akan berhasil. Selamat mencoba.

Sumber :  https://www.kompasiana.com/sahabatpotret/55106c9aa333110037ba823c/perempuan-dan-wirausaha-tujuan-manfaat-dan-tips-menjalankannya,  Navita K. Astuti,

Comments

comments

Share