Hampir semua orang harus merasakan pil pahit pandemi sejak Maret 2020 silam. Mulai dari banyaknya pegawai yang terkena pemutusan kerja hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terhambat karena turunnya daya beli masyarakat.

Kondisi tersebut pun dirasakan para pelaku UMKM perempuan yang harus mencari cara agar bisnisnya tetap bisa berjalan. Terlebih, perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga pun juga ikut andil dalam menjaga kondisi keuangan rumah tangganya.

Merespons kondisi tersebut, Womanpreneur Community (WPC) mengusung gerakan untuk membantu kondisi ekonomi perempuan semasa pandemi. Dalam gerakan tersebut, Irma Sustika selaku Founder Womanpreneur Community, mengusulkan solusi berupa platform belanja berbasis komunitas bernama WPC Mart yang diluncurkan pada pertengahan bulan April silam.Komunitas yang berfokus dalam pemberdayaan ekonomi perempuan ini kemudian saling berkolaborasi menyediakan produk yang telah terkurasi dari alumni inkubator Womanpreneur Community. Beragam produk tersebut disajikan dalam bentuk e-catalog WPC Mart, mulai dari pangan kemasan, kuliner matang, hingga fashion & craft.

Dengan adanya platform ini, setiap perempuan bisa dengan mudah memasarkan produk yang telah terkurasi sehingga bisa tetap mendapatkan pemasukan selama pandemi.

WPC Mart dapat diakses di:

Semua perempuan bisa ‘menghasilkan’ Bersama WPC Mart

Mengangkat konsep ‘pasar online‘, produk yang dipromosikan lewat WPC Mart merupakan kumpulan usaha dari para member Womanpreneur Community yang tersebar di seluruh Indonesia. Irma Sustika mengatakan, inovasi berupa platform belanja online ini diadakan untuk mendorong perputaran ekonomi perempuan yang terdampak Covid-19. “Bukan hanya usaha kecil saja yang terdampak, tapi juga teman-teman perempuan yang bekerja di sektor pariwisata, ataupun yang suaminya terkena lay-off. Mereka yang usahanya berhenti total juga harus tetap survive,” jelas Irma Sustika, Founder Womanpreneur Community kepada kumparan.

Lantas, Irma dan tim membuat terobosan berupa WPC Mart untuk memudahkan teman-teman perempuan agar tetap bisa menjalankan roda perekonomiannya. Diharapkan, program tersebut bisa membantu 2 pihak, yakni perempuan yang usahanya terdampak, maupun perempuan yang belum memiliki usaha dan ingin mendapatkan penghasilan tanpa mengeluarkan modal awal.Tanpa dipungut biaya sepeser pun, semua perempuan–tak hanya member Womanpreneur Community saja–bisa menjual produk yang ada di e-catalog WPC Mart dan tetap berkesempatan mendapatkan komisi. Sehingga, ini bisa memudahkan mereka yang ekonominya terhenti untuk tetap memiliki penghasilan selama pandemi.

Membantu membangkitkan perekonomian lokal

Tak hanya memasarkan produk hasil kurasi member Womanpreneur Community saja, Irma dan tim Karya Perempuan Indonesia juga memberdayakan pengrajin lokal dari NTT dan Kebumen. Karena pandemi, perempuan lokal yang menggantungkan nasibnya pada penjualan hasil tenun di NTT tak bisa memperoleh penghasilan seperti biasanya. Perekonomian di sana seolah mati mendadak karena tak ada wisatawan yang membeli kain tenun hasil kerajinan perempuan asli NTT.Sebagai solusi, Irma menawarkan penenun kain dari NTT untuk mengolah kain tenun menjadi masker yang bisa laku di pasaran. Sehingga ekonomi mereka yang mendadak berhenti pun bisa kembali bergerak.”Mereka hanya produksi saja, setelah terkurasi dengan baik, kita bantu pasarkan di WPC Mart. Sampai saat ini masker tenun memang masih menjadi best seller,” tutur Irma.Sama halnya dengan kasus di NTT, perempuan di Kebumen pun mengalami hal yang sama. Para perempuan pengrajin limbah sabut kelapa juga mengalami penurunan omzet karena pandemi corona. Salah satu inovasinya, mereka mengubah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomis berupa pot tanaman yang ramah lingkungan.Karena bercocok tanam kini kembali marak, Irma kemudian menawarkan pengrajin sabut kelapa di Madiun untuk memasarkan produknya secara online di WPC Mart. Terobosan ini pun tentu bisa menggerakkan roda ekonomi lokal untuk bisa kembali bangkit dari pandemi corona.

Salah satu cara untuk bisa bangkit dari kondisi krisis yang melanda adalah dengan saling mendukung usaha kecil untuk bangkit, seperti yang sudah dilakukan Womanpreneur Community. Yuk, teman kumparan, kita support produk lokal guna membangkitkan perekonomian nasional. Info lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi Instagram @womanpreneurcommunity dan @karyaperempuan_id, ya.

Comments

comments

Share