Tetty Dwi Wijayanti, perempuan berasal dari Ngawi yang mendirikan usaha dibidang Fashion dengan brand D’Lilac. Berawal dari memiliki keinginan untuk mempunyai penghasilan sendiri dan kecintaannya terhadap fashion, kemudian berdirilah D’Lilac. Usaha ini berfokus pada sepatu kulit handmade, dikarenakan banyaknya bahan baku dan SDM di sekitar tempat tinggalnya.
D’Lilac berdiri sejak tahun 2014. Bu Tety menjalankan bisnis ini karena termotivasi ingin menjadi perempuan yang mandiri, berdaya, bisa bermanfaat untuk orang sekitar dan ingin menyalurkan kecintannya di dunia fashion. Selama menjalankan bisnis ini, ia mendapatkan pengalaman yang berkesan yaitu, produk dari D’Lilac dipakai oleh ibu Retno Marsudi selaku mantan Menteri Luar Negeri (MENLU) Indonesia dan beberapa pejabat didaerah Malang.
D’Lilac memiliki keunikan didalamya. Sepatu dengan warna-warni yang jarang sekali ditemui pada brand sepatu lain, menjadikan keunggulan dari produk D’Lilac. Selain itu, memiliki design casual yang bisa dipakai untuk aktivitas harian, nyaman dipakai, dan tidak gampang rusak. Pelayanan yang diberikan juga sangat cepat dan ramah.
Ditengah banyaknya pesaing, bu Tetty melakukan pemasaran dengan cara memasarkan produknya melalui sosial media, diantaranya WhatsApp, Instagram, serta menjual produknya dibeberapa platform online untuk mempertahankan penjualannya. Ia menjamin akan memberikan pelayanan yang cepat jika ada keluhan, memberikan garansi retur jika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan customer, dan memberikan biaya reparasi jika ada kerusakan, hal ini dilakukan bu Tetty untuk meminimalisir komplain negatif dari customer.
Namun, pengerjaan handmade membutuhkan waktu pengerjaan yang sangat lama, menjadikan besar kemungkinan kualitas produk tidak stabil. Hal ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi bu Tety dalam menjalankan bisnisnya. Karena itu, ia mengembangkan karakternya dengan fokus pada keinginan customer, selalu berinovasi, mengikuti perkembangan teknologi dan tidak mudah menyerah. Ia merasa bisnis ini kedepannya akan berkembang bagus, karena banyak masyarakat yang peduli dengan penampilan, yang selalu ingin tampil fashionable.
Awal mengenal Womanpreneur Community dari Facebook. Bu Tetty mengikuti program IWPC dan mendapatkan banyak sekali manfaat. Ia merasa bisnisnya menjadi lebih tersistem dan terarah, memiliki komunitas, serta menambah pengetahuan. Ia juga memuji para mentor IWPC yang menurutnya keren-keren dalam menyalurkan ilmunya kepada para peserta.