{"id":215,"date":"2012-08-08T21:13:07","date_gmt":"2012-08-08T21:13:07","guid":{"rendered":"http:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/?p=215"},"modified":"2012-09-05T17:37:44","modified_gmt":"2012-09-05T17:37:44","slug":"menjadi-wanita-inspiratif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/menjadi-wanita-inspiratif\/","title":{"rendered":"Menjadi Wanita Inspiratif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" align=\"center\">Wanita adalah sosok yang amat sering dijadikan sorotan dalam setiap sudut kehidupan. Kecantikan fisiknya, dandanannya, pakaiannya, tingkah laku, sampai ke gerak tubuhnya atau bahkan kepintarannya, dan kehebatan karirnya, namun apakah cukup faktor faktor tersebut bisa kita anggap sebagai seorang wanita yang hebat ? Apakah wanita yang hebat\u00a0 itu wanita yang cantik parasnya, sukses karir nya ?<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" align=\"center\">Perputaran zaman sampai kapanpun tidak akan pernah membuat wanita menyamai pria, wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan, kewajiban dan kehebatannya.Yang harus berubah adalah wanita harus menjadi sosok yang tangguh namun tetap ajeg pada jati dirinya. Jadi. Tidak lah cukup alasan\u00a0 untuk mempermasalahkan peran wanita yang katanya tidak seluas pria .<\/p>\n<p>Berabad-abad lalu, kehidupan Wanita Indonesia terbelenggu oleh budaya yang membatasi pengembangan potensi mereka.namun saat ini bukanlah lagi masanya wanita membatasi diri untuk mengembangkan diri, banyak bidang dimana \u00a0wanita dapat berperan aktif di lingkungan sosial \u00a0juga semakin banyak juga wanita\u00a0 yang memaksimalkan potensi diri dalam mewujudkan impian, menduduki posisi tertinggi dalam perjalanan karir<\/p>\n<p>Setiap manusia\u00a0 memiliki potensi diri yang telah dikaruniai oleh Tuhan, tidak terkecuali juga dengan wanita, Statusnya sebagai istri atau ibu rumah tangga semestinya tidak menutup potensi dirinya \u00a0yang\u00a0 harus terus digali,dibangun dan dikembangkan . Wanita hebat\u00a0 tak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga atau sebagai perempuan karier saja. kita,tapi juga harus bisa menjadi panutan atau sosok yang bisa menginspirasi orang lain, baik laki-laki maupun perempuan.<\/p>\n<p>Tuhan telah menciptakan mereka untuk memberikan manfaat yang luar biasa bagi keluarga, lingkungan bahkan bangsa dan negara. Apa yang kita miliki? Kecerdasan? Ataukah harta yang melimpah, atau justru pendidikan tinggi? Bukan. Yang kita miliki adalah daya juang dan semangat yang tidak pernah putus. Keyakinan untuk menjadi yang terbaik di bidangnya, dan memberikan segala yang terbaik serta hati yang selalu dipenuhi dengan cinta<\/p>\n<p>Wanita, juga sebagai Inspirasi dunia. Berapa banyak karya besar yang terinspirasi dari wanita, berapa banyak kesuksesan pria yang disokong oleh kekuatan wanita. Anak-anak yang tumbuh besar dan sukses atas didikan wanita, dan seluruh kasih sayangnya?. Sungguh indah dunia, bila setiap wanita dapat memberikan inspirasi positif bagi sekelilingnya.<\/p>\n<p>Apapun pilihan profesinya, Menikah atau tidak menikah, wanita tetaplah dituntut harus memiliki kemandiriannya sendiri. Tidak memiliki ketergantungan berlebih atau secara total kepada pasangan atau kepada keluarga, karena didalam diri setiap wanita punya kekuatan\u00a0 untuk berdaya, untuk memberdayakan dirinya, keluarga, juga lingkungan di sekitarnya.\u00a0 Namun tidak jarang kita melihat, masih begitu banyak wanita yang kurang\u00a0 menghargai diri sendiri seutuhnya,\u00a0 mengkerdilkan, mengasihani dan\u00a0 bahkan\u00a0 melemahkan dirinya sendiri<\/p>\n<p>Wanita juga tidak hanya memiliki aktivitas di dapur, sumur dan kasur saja. Lebih dari itu, dia juga harus bisa menjadi inspirasi dan teladan dalam keluarga. Sedangkan bagi wanita yang memiliki karier di luar rumah, tentunya wajib mensinergikan antara aktivitas dan keluarga. \u201cTidak mudah memang bagi seorang perempuan untuk\u00a0 menginspirasi orang lain. Karena sebelum bisa menginspirasi orang lain, kita harus bisa menjadikan diri kita berguna dan punya karakter yang kuat, serta bisa menginspirasi diri sendiri,\u201d<\/p>\n<p>Bagaimana menjadi perempuan yang inspiratif ?<\/p>\n<p>1.Berani Bermimpi<\/p>\n<p>Keterbatasan yang dimiliki perempuan bukanlah penghalang untuk memiliki impian. Dengan tetap menjalankan porsi nya sebagai ibu dan istri ,seorang wanita pun masih tetap mampu berkarya dari rumah. Namun masih banyak kalangan wanita yang takut memiliki IMPIAN dengan beranggapan bahwa wanita adalah mahluk lemah yang tidak memiliki potensi diri, bahkan banyak juga yang mengamini anggapan ini. Meraih impian bag iseorang wanita bukanlah sekadar menyokong penghasilan suami namun juga memberdayakan dirinya sendiri, bersosialisasi, menyalurkan hobi,bahkan , menemukan &#8220;me time&#8221;-nya. Beranilah bermimpi. Karena hanya dengan bermimpi, kita baru akan menemukan siapa diri kita apa yang kita inginkan, dan apa yang akan kita kerjakan. Jangan takut untuk mengambil risiko, untuk terlibat di dalamnya dan berkomitmen. Lakukan segala hal untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Selalu percaya akan keajaiban dan selalu yakin akan diri Anda! Semua orang berhak memiliki mimpi, tak terkecuali wanita \u201crumahan\u201dpun wanita bisa membangun mimpi besarnya<\/p>\n<p>2. Percaya Diri<\/p>\n<p>Salah satu kelemahan perempuan terletak pada kepercayaan dirinya. Seringkali perempuan menganggap bahwa kepercayaan diri akan muncul jika memiliki tubuh yang langsing, wajah yang cantik, atau pekerjaan dengan posisi yang tinggi. Untuk menjadi percaya diri, tidak perlu wajah cantik dan kedudukan yang tinggi, menjadi ibu rumah tangga pun merupakan profesi yang mulia, hanya saja sering tak disadari. Perempuan kerap merasa rendah diri ketika mereka \u201chanya\u201d berstatus ibu rumah tangga. Banggalah menjadi ibu rumah tangga\u00a0 Kepercayaan diri yang tinggi merupakan modal dasar dan keberanian untuk melakukan berbagai hal untuk mengembangkan dirinya dengan lebih baik. Merasa diri mahluk yang lemah dengan segala keterbatasan, pandangan ini yang menyuburkan rasa rendah diri yangsangat subur bagi sekalangan wanita. Keterbatasan hanya ada dalam pikiran.kita sendirilah yang membatasi diri dan melemahkan diri.Kepercayaan diri ini lah\u00a0 yang akan membantu mengasah jalan untuk bisa menginspirasi orang lain.<\/p>\n<p>3. Jadilah Pribadi Mandiri<\/p>\n<p>Wanita mandiri itu bukan berarti mengecilkan arti pasangan hidup atau orang lain namun bagaimana\u00a0 kita menghargai kemampuan diri dan waktu yang sudah diberikan Tuhan kepada kita . Di sisi lain, tidak ada yang pernah tahu perjalanan kehidupan manusia, khususnya bagi ibu rumah tangga seandainya terjadi sesuatu terhadap diri suami, entah itu PHK, bangkrut, meninggal atau bahkan perpisahan..bagaimana kelanjutan hidup harian keluarga? Bagaimana dengan masa depan anak anak ? siap tidak\u00a0 siap peran seorang perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga pun dimulai.. untuk itulah \u00a0kenapa seorang perempuan harus mandiri tidak menggantungkan pencarian nafkah ke suami atau keluarga.<\/p>\n<p>Perempuan \u00a0juga tidak boleh pasrah terhadap masalah. Harus berani mengambil keputusan disaat sulit, bersikap tegar disaat ujian menyapa, mencari solusi ketika keruwetan hidup di depan mata, dan mampu bersikap tegas ketika dilema melanda<\/p>\n<p>Perempuan yang berkarakter mandiri memiliki \u00a0beberapa ciri khas, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>\u00a0Mudah bangkit ketika menghadapi musibah<\/li>\n<li>Tak mudah menyerah untuk selalu belajar menambah wawasan<\/li>\n<li>Selalu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya<\/li>\n<li>Berusaha memberi manfaat untuk orang lain<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kemandirian memang bukan perkara yang mudah, namun banyak cara untuk memupuk karakter tersebut, salah satunya dengan menggali potensi dirinya dalam berkreativitas, karena pada dasarnya setiap permasalahan memerlukan kemandirian\u00a0 &amp; cara\u2013cara yang kreatif untuk menyeleseikannya. Semakin banyak permasalahan yang bisa diatasi &amp; semakin besar kebutuhan yang harus dipenuhi, maka semakin terasahlah kreativitas dalam diri seseorang. Konsep hidup mandiri juga sejalan dengan prinsip \u201csebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya\u201d. Bagaimana seseorang bisa bermanfaat untuk orang lain?, sedangkan ia tak mampu memenuhi kebutuhannya atau dengan kata lain belum bermanfaat untuk dirinya sendiri<\/p>\n<p>3.Menjadi Cahaya Penerang<\/p>\n<p>Wanita bisa berprofesi sebagai apapun. Mulai dari profesi sebagai guru, perkantoran, dokter, polisi, pebisnis bahkan ibu rumah tangga sekalipun adalah salah satu profesi wanita.Banyak sekali perempuan-perempuan di Indonesia yang merupakan perintis atau pelopor dalam berbagai bidang. Wanita-wanita ini merupakan contoh dan tauladan bagi generasi masa depan bangsa. Lahirnya wanita-wanita inspirator merupakan tanda kemajuan bangsa yang tidak lagi merendahkan kaum wanita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Apakah kesuksesan yang sudah kita dapatkan telah bermanfaat bagi orang lain? Atau hanya menjadi bagian diri sendiri yang menikmati?<\/p>\n<p>Sejatinya kehebatan wanita bukanlah\u00a0 terletak pada kecantikannya bukan pula sebatas hanya pada keberhasilan karirnya, kehebatan wanita terletak pada keteguhannya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi dirinya,bagi keluarga, bagi orang orang yang dicintai juga bagi sekelilingnya<\/p>\n<p>Salam Penuh Cinta<\/p>\n<p>Irma Sustika<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wanita adalah sosok yang amat sering dijadikan sorotan dalam setiap sudut kehidupan. Kecantikan fisiknya, dandanannya, pakaiannya, tingkah laku, sampai ke gerak tubuhnya atau bahkan kepintarannya, dan kehebatan karirnya, namun apakah cukup faktor faktor tersebut bisa kita anggap sebagai seorang wanita yang hebat ? Apakah wanita yang hebat\u00a0 itu wanita yang cantik parasnya, sukses karir nya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"sfsi_plus_gutenberg_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_show_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_type":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_alignemt":"","sfsi_plus_gutenburg_max_per_row":"","ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[29,26,5,31,33,32,30,16,27,171,15,170],"class_list":["post-215","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-dokter","tag-inspirasi-wanita","tag-inspiring-woman","tag-karir","tag-keluarga","tag-komunitas","tag-profesi","tag-wanita","tag-wanita-nspiratif","tag-wanita-wirausaha","tag-woman","tag-womanpreneur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=215"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}