{"id":2920,"date":"2019-09-27T06:08:34","date_gmt":"2019-09-27T06:08:34","guid":{"rendered":"http:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/?p=2920"},"modified":"2019-09-27T06:08:34","modified_gmt":"2019-09-27T06:08:34","slug":"wanita-antara-pekerjaan-dan-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wanita-antara-pekerjaan-dan-keluarga\/","title":{"rendered":"Wanita, Antara Pekerjaan dan Keluarga"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2921 aligncenter\" src=\"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/wpc-Wanita-dlm-bekerja-dan-keluraga-300x200.jpg\" alt=\"wpc - Wanita dlm bekerja dan keluraga\" width=\"479\" height=\"319\" srcset=\"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/wpc-Wanita-dlm-bekerja-dan-keluraga-300x200.jpg 300w, https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/wpc-Wanita-dlm-bekerja-dan-keluraga-768x513.jpg 768w, https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/wpc-Wanita-dlm-bekerja-dan-keluraga.jpg 780w\" sizes=\"(max-width: 479px) 100vw, 479px\" \/><\/p>\n<p>Di era milenial ini, bukan hal yang tabu lagi ketika seorang <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/tag\/wanita\">wanita<\/a> <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/tag\/bekerja\">bekerja<\/a>. Namun disisi lain ketika sudah menikah ada prioritas utama yaitu <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/tag\/keluarga\">keluarga<\/a>, apalagi setelah kita memiliki momongan.<\/p>\n<p>Wanita bekerja dan Ibu Rumah Tangga, adalah dua profesi mulia yang memiliki kesempurnaan masing-masing.<\/p>\n<p>Mengapa wanita harus tetap bekerja?<\/p>\n<div class=\"teads-adCall\">&nbsp;<strong>1. Membantu finasial keluarga<\/strong><\/div>\n<p>Tak ayal, ketika kita sudah menikah kebutuhan rumah tangga, satu per satu terus bermunculan. Seperti tagihan listrik, telp, biaya pembantu, biaya transport belum lagi untuk biaya anak sekolah yang &#8220;waaaaw&#8221;<\/p>\n<p><strong>2. Kebutuhan Pribadi<\/strong><\/p>\n<p>Wanita umumnya di negara kita adalah sangat konsumtif dan untuk mencukupi kebutuhan pribadi seperti<em>&nbsp;fashion<\/em>, <em>skin care, treatment&nbsp;<\/em>pribadi<em>, meet up<\/em> bareng teman jangan sampai mengganggu anggaran keluarga.<\/p>\n<p><strong>3. Biaya tak terduga<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun kita sudah mempunyai <em>planing<\/em> dengan baik untuk biaya kebutuhan tiap bulan namun pasti ada saja kebutuhan yang tidak disangka-sangka bermunculan.<\/p>\n<p><strong>4. Deposit<\/strong><\/p>\n<p>Apabila secara finasial kebutuhan rumah tangga dalam titik cukup bahkan berlebih, tak ada salah nya wanita tetap bekerja dan hasil keringat bisa dijadikan sebagai Deposito untuk masa depan.<\/p>\n<div class=\"ads ads__skyscraper sticky-right col-lg-3 col-md-3 col-sm-3 col-xs-3 clearfix\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"read-content col-lg-9 col-md-9 col-sm-9 col-xs-9\">\n<p><strong>5. Menjaga dari Hal yang tidak diinginkan<\/strong><\/p>\n<p>Usaha pasangan bangkrut, sakit, pasangan meninggal, bercerai merupakan hal-hal yang apabila kita mengalaminya maka tidak bisa kita abaikan dan harus terus dijalani.<\/p>\n<p>Sumber : https:\/\/www.kompasiana.com\/adekzahro\/5c6cdbe3bde5757fce709274\/wanita-antara-pekerjaan-dan-keluarga?page=2<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Di era milenial ini, bukan hal yang tabu lagi ketika seorang wanita bekerja. Namun disisi lain ketika sudah menikah ada prioritas utama yaitu keluarga, apalagi setelah kita memiliki momongan. Wanita bekerja dan Ibu Rumah Tangga, adalah dua profesi mulia yang memiliki kesempurnaan masing-masing. Mengapa wanita harus tetap bekerja? &nbsp;1. Membantu finasial keluarga Tak ayal, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"sfsi_plus_gutenberg_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_show_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_type":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_alignemt":"","sfsi_plus_gutenburg_max_per_row":"","ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-2920","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2920"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2922,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2920\/revisions\/2922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}