{"id":3089,"date":"2020-04-13T02:37:14","date_gmt":"2020-04-13T02:37:14","guid":{"rendered":"http:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/?p=3089"},"modified":"2020-12-05T15:35:27","modified_gmt":"2020-12-05T15:35:27","slug":"strategi-pemasaran-ditengah-krisis-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/strategi-pemasaran-ditengah-krisis-covid-19\/","title":{"rendered":"Strategi Pemasaran Ditengah Krisis Covid 19"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam keadaan dan kondisi ekonomi  apapun, sebuah bisnis harus tetap beroperasi agar roda kehidupan  bisnis tetap berputar dan mendapatkan keuntungan yang terus  meningkat. Mungkin dalam kondisi normal atau stabil, menjalankan  bisnisbukanlah hal yang sulit. Namun, pernahkan Anda menjalankan  usaha dalam kondisi sulit atau sedang mengalami krisis seperti saat ini ?dimana pandemi corona sedang menerjang dunia juga Indonesia <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"715\" src=\"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/we-can-do-it-1024x715.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3090\" srcset=\"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/we-can-do-it-1024x715.jpg 1024w, https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/we-can-do-it-300x209.jpg 300w, https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/we-can-do-it-768x536.jpg 768w, https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/we-can-do-it-1536x1072.jpg 1536w, https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/we-can-do-it.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p> Pada masa krisis  atau sulit biasanya bisnis  mengalami kesulitan seperti  menurunnya penjualan, menurunnya produktivitas, dan masalah lainnya  sampai terkadang juga ada yang mengalami kebangkrutan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBanyak jalan menuju roma\u201d layaknya \npepatah tersebut, masih banyak cara untuk mengatasi berbagai macam \nmasalah. Nasihat tersebut cukup populer dan dapat dijadikan sebagai \nmotivasi agar Anda semakin kuat dan yakin dapat terus menjalankan usaha \ndan mengatasi masalah-masalah yang timbul meskipun kondisi sedang sulit \natau krisis.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu kunci keberhasilan  perusahaan untuk tetap menjalankan usahanya yakni mengenai pemasarannya.  Meskipun kondisi dalam masa sulit, pendapatan mulai menurun, penjualan  menurun serta daya beli masyarakat menurun, Anda harus tetap melakukan  pemasaran dan jangan pernah berhenti untuk melakukan pemasaran. Strategi  pemasaran tidak boleh dihilangkan saat bisnis dalam masa sulit  bahkan seharusnya strategi pemasaran masa sulit harus lebih baik dari  masa sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Apa saja strategi pemasaran di masa sulit atau krisis?  <\/p>\n\n\n\n<p>Simak cara-cara berikut ini<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>PEMASARAN BERBIAYA RENDAH . Pada masa-masa sulit, menekan biaya  merupakan hal yang harus dilakukan. Oleh karena itu, Anda juga dapat  &nbsp;menerapkan strategi pemasaran dengan biaya rendah bahkan jika mungkin  gratis tanpa biaya. Di era digitalisasi seperti sekarang, metode  pemasaran dengan biaya rendah atau gratis akan mudah dijalankan. Dengan penerapan #dirumahaja kita dapat melakukan dari rumah  Sehingga Anda harus memanfaatkan semua <em>social media<\/em>.<\/li><li>Evaluasi Jenis produk .Kenali kebutuhan masyarakat saat ini  produk apa yang sangat dibutuhkan dan menjawab permasalahan pasar . Jika bisnis anda dalam bidang kuliner   Mengubah menu ini dapat menjadi salah  satu cara meningkatkan keuntungan untuk usaha kuliner. Evalusi jenis jenis menu atau jenis yang kurang diminati kemudian ubah dengan  ide-ide baru tetapi usahakan biaya bahan bakunya rendah. <\/li><li>Hindari diskon terus menerus  Jika biasanya diskon diberikan untuk  menarik perhatian pembeli atau konsumen. Pada masa sulit, lebih baik  Anda tidak memberikan program diskon karena program diskon dapat  berdampak buruk di masa depan. Jika di masa sulit Anda memberikan  diskon, kemudian pada saat normal harga kembali normal maka pelanggan  atau konsumen akan merasa harga tersebut lebih mahal dan mereka tidak  tertarik membeli produk karena menunggu ada diskon lagi. <\/li><li>Fokus pada layanan   Meskipun Anda sedang pusing memikirkan  bisnis yang mengalami penurunan , namun tetaplah berikan pelayanan yang terbaik untuk  pelanggan atau konsumen. Terlebih untuk pelanggan yang secara reguler  memang menggunakan produk Anda. Memberikan pelayanan yang terbaik dapat  mempertahankan pelanggan untuk tetap membeli produk. Anda juga dapat  memberikan produk tambahan seperti bonus masker gratis untuk pembelian tertentu <\/li><li>Berikan Solusi pada pelanggan  Dalam kondisi ekonomi yang buruk atau  sedang mengalami krisis, yang mendapatkan dampak bukan hanya pengusaha  tetapi juga masyarakat keseluruhan. Jadi yang merasakan kesulitan  ekonomi sebenarnya bukan hanya Anda. Anda dapat menggunakan kesempatan  itu sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan. Berikan relaksasi  lebih dari yang usaha bisnis Anda berikan pada saat keadaan normal.  Contohnya, misal usaha Anda bergerak di bidang makanan dan minuman, maka  Anda dapat memberikan menu makanan pembuka atau penutup dengan gratis atau anda dapat memberikan masker gratis   Tentu saja dengan perhitungan ya<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Itulah beberapa strategi yang dapat kita lakukan #darirumahaja agar Roda bisnis tetap berputar <\/p>\n\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam keadaan dan kondisi ekonomi apapun, sebuah bisnis harus tetap beroperasi agar roda kehidupan bisnis tetap berputar dan mendapatkan keuntungan yang terus meningkat. Mungkin dalam kondisi normal atau stabil, menjalankan bisnisbukanlah hal yang sulit. Namun, pernahkan Anda menjalankan usaha dalam kondisi sulit atau sedang mengalami krisis seperti saat ini ?dimana pandemi corona sedang menerjang dunia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3090,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"sfsi_plus_gutenberg_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_show_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_type":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_alignemt":"","sfsi_plus_gutenburg_max_per_row":"","ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3089","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3089"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3089\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3135,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3089\/revisions\/3135"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}