{"id":3712,"date":"2021-04-30T14:38:08","date_gmt":"2021-04-30T14:38:08","guid":{"rendered":"http:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/?p=3712"},"modified":"2021-05-03T17:17:15","modified_gmt":"2021-05-03T17:17:15","slug":"cara-meningkatkan-nilai-tambah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/cara-meningkatkan-nilai-tambah\/","title":{"rendered":"Cara Meningkatkan Nilai Tambah Produk Dalam Usaha"},"content":{"rendered":"\n<p>Apa itu value added? Nilai tambah suatu produk dapat menjadi salah satu strategi penting dalam mengembangkan bisnis. Kemampuan dalam menambah nilai produk yang sudah dihasilkan, untuk bisa mengendalikan faktor harga di pasaran. Banyak pengusaha pemula yang memulai bisnis nya dengan produk yang pasaran, sehingga menjadikannya susah bersaing. <\/p>\n\n\n\n<p>Cara untuk meningkatkan nilai tambah produk :<\/p>\n\n\n\n<p>Membuat Program Khusus Pelanggan yang Loyal<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi ini cukup penting untuk dilakukan, karena pada prinsipnya kita harus mampu membuat konsumen menjadi loyal dan tidak beralih membeli atau menggunakan produk\/jasa yang lain. Cara yang dapat membuat pelanggan loyal yaitu dengan  memberikan keuntungan spesial seperti potongan harga dengan sistem point. <\/p>\n\n\n\n<p>Meningkatkan Kualitas Produk<\/p>\n\n\n\n<p>Kualitas produk merupakan salah satu point penting bahan pertimbangan konsumen untuk membeli atau tidak karena itu yang dapat digunakan untuk menarik minat mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Promosikan Fungsi Produk Secara Maksimal<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika melakukan promosi,  berikan informasi lengkap tentang produk yang ingin kita jual kepada calon konsumen secara detail baik dari segi kualitas, fungsi dan kelebihannya. Hal ini dilakukan agar konsumen lebih mengenal dan mengingat produk\/jasa kita. <\/p>\n\n\n\n<p>Kemasan Yang Rapih<\/p>\n\n\n\n<p>Produk akan memiliki nilai lebih dimata konsumen, tidak hanya dari segi kualitas namun kemasan juga berperan penting. Calon konsumen akan melihat suatu produk pertama kali dari kemasan dan kerapian merupakan faktor penentu utama. <\/p>\n\n\n\n<p>Memberikan Penghargaan pada Pelanggan Setia<\/p>\n\n\n\n<p>Memberikan hadiah atau bonus akan membuat pelanggan merasa mendapatkan pelayanan terbaik dari kita. Dengan hal ini, bukan hanya pelanggan yang diuntungkan, tetapi penjual juga bisa merasakan keuntungan ketika konsumen menceritakan bahwa saat berbelanja mendapatakan bonus kepada teman atau kerabatnya. Secara tidak langsung orang tersebut akan tertarik membeli produk sama. <\/p>\n\n\n\n<p>Memberikan Sistem Garansi<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memberikan sistem garansi untuk produk yang dijual merupakan strategi pemasaran yang cukup efektif. Selain itu, mampu meyakinkan pembeli bahwa barang tersebut berkualitas baik dan tidak memiliki kecacatan. <\/p>\n\n\n\n<p>Memanfaatkan Testimoni Positif Pelanggan<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa memanfaatkan testimoni yang diberikan pelanggan untuk meningkatkan nilai dari sebuah produk sesuai kebutuhan dan keinginan pasar. Cara ini cukup efektif, karena konsumen cenderung lebih percaya kata pelanggan lain atau word of mouth. <\/p>\n\n\n\n<p>Sumber:www.ukmsumut.com<\/p>\n\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu value added? Nilai tambah suatu produk dapat menjadi salah satu strategi penting dalam mengembangkan bisnis. Kemampuan dalam menambah nilai produk yang sudah dihasilkan, untuk bisa mengendalikan faktor harga di pasaran. Banyak pengusaha pemula yang memulai bisnis nya dengan produk yang pasaran, sehingga menjadikannya susah bersaing. Cara untuk meningkatkan nilai tambah produk : Membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3723,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"sfsi_plus_gutenberg_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_show_text_before_share":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_type":"","sfsi_plus_gutenberg_icon_alignemt":"","sfsi_plus_gutenburg_max_per_row":"","ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-3712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3712"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3712\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3715,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3712\/revisions\/3715"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/womanpreneur-community.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}