Bening Handmade: Motif Ecoprint dengan Daun Sama Bisa Menghasilkan Jejak Botani yang Berbeda!

Awalnya saya hanyalah ibu rumah tangga biasa yang tinggal di Gresik Jawa Timur. Pendatang dari Flores NTT. Nah disini saya cukup takjub dengan aktivitas masyarakat Gresik yang terbilang cukup produktif.

Hampir sebagian rumah di sekitar lingkungan tempat tinggal saya memiliki aktivitas bisnis. Ada yang menerima jasa bordir, jahit mukena, gamis, baju anak, peci, jilbab, tenun sarung sampai tas yang nantinya disetorkan ke perusahaan garmen.

Menarik. 

Hal ini membuka wacana bahwa meski di rumah saja ternyata kita masih bisa menghasilkan cuan dari rumah. 

Menyadari bahwa saya sama sekali belum punya skill keterampilan apapun, maka langkah awal adalah mengikuti kursus. Ya sambil menggali kira kira passion apa yang cocok dengan kemampuan diri. Belajar banyak hal mulai dari menyulam, membuat bros dari perca kain sampai menjahit baju yang pada akhirnya memunculkan ide untuk memulai bisnis secara serius di lini bisnis hijab instant yang di masa itu di tahun 2012 mulai hype dan hits dengan brand Hijab Bening.

Mulai coba coba posting foto seadanya di facebook dan rupanya mendapat respon positif. Order mulai berdatangan dari berbagai daerah yang sebelumnya tidak terbayangkan sama sekali.

Alhamdulillah.

Sampai akhirnya berkenalan dengan WPC dan mengikuti program Inkubator IWPC batch 3 yang sangat banyak manfaatnya. 

Benar-benar diajari dari nol khususnya mengenai dasar pengembangan bisnis dan pemasaran dan prospek bisnis. Terbukti berkat bimbingan para mentor WPC membuat usaha Hijab Bening berkembang cukup pesat yang awalnya dikerjakan sendiri hingga mempunyai 4 karyawan.

Lini Pemasaran pun berkembang tidak hanya via facebook tapi juga bisa mengisi gerai offline dimana di tahun 2015 lewat seleksi kurasi butik Hijabersmom Community Jakarta yang cukup bergengsi bersanding dengan brand brand besar dan designer tanah air.

Selain itu produk Hijab Bening pun semakin beragam tidak hanya sebatas hijab tapi juga produk fashion dengan citarasa khas wastra nusantara dari NTT sebagai premium produk.

Sayangnya di tahun 2017 dimana usaha bisnis sedang berkembang pesat sebenarnya, saya memutuskan untuk off kegiatan bisnis karena ada hal urgent terkait kondisi anak bungsu yang terdiagnosa sakit dan membutuhkan perawatan ekstra sementara pilihannya untuk tetap mondok di PP Gontor Darussalam Ponorogo yang membuat saya sebagai orang tua berbesar hati untuk melepas kesibukan benar-benar fokus merawat anak saya.

Hingga akhirnya kesehatan fisiknya membaik di tahun 2020 yang menggelitik saya untuk kembali berkegiatan bisnis. Sayangnya di tahun yang sama rupanya wabah virus corona (covid) merebak yang mengharuskan orang lebih banyak di rumah saja yang otomatis agak susah mencari pelaung bisnis setelah hampir 3 tahun vakum. 

Di masa ini saya mengisi waktu saya dengan belajar seni olah kain dengan pewarna alam dan tetumbuhan yang dikenal dengan ecoprint dan akhirnya memunculkan ide untuk mencoba meraih peruntungan dan peluang baru dengan berbisnis produk craft dengan re-fresh brand yang sebelumnya Hijab Bening menjadi Bening Handmade.

Memang diakui proses comeback bisnis kali ini tidak mudah namun keinginan saya untuk tetap berbisnis tidak hanya karena cuan tapi berharap dengan bekal pengalaman dan ilmu yang saya miliki bisa menjadi manfaat buat orang banyak.

Akhirnya mulai membuat tutorial gratis di channel youtube dan ke depannya bisa lebih intens sharing pengalaman di live tiktok. Insyaallah memasuki tahun 2024 semakin produktif!


Nur Eka Sulistiawati–alumni IWPC batch 3 yang memiliki usaha dengan brand Bening Handmade. Usaha ini berdiri sejak tahun 2020 dengan omzet 5 juta/bulan.

Produk yang dihasilkan Bening Handmade adalah produk yang dibuat dengan cinta, unik dan sangat limited dimana setiap motifnya berbeda meski dengan desain yang sama sehingga bisa menaikkan personality image bagi pemakainya dan punya nilai jual tinggi jika diberikan sebagai souvenir. 

“Unik dan tidak ada yang menyamai karena jejak botani tanaman dalam produk ecoprint sangat unik.”

Dalam berkarya secara tidak langsung menjadi sarana healing dimana ketika mendapatkan motif dan corak yang ciamik ada kepuasan tersendiri. Apalagi saat produk yang kita hasilkan mendapat apresiasi dari customer yang nilainya bukan lagi rupiah tapi kepuasan batin. Itu lah hal yang membuat Ibu Nur Eka Sulistiawati termotivasi untuk menjalankan bisnis ini.

Walaupun dalam berbisnis ada kendala yang harus dihadapi. Tentu. Karena hal itu memang tidak bisa kita hindari.

Begitupun hal yang dialami Ibu Nur Eka Sulistiawati. Kendala terbesar produk handmade khususnya produk ecoprint adalah di kecepatan produksi karena mengolah bahan baku menjadi produk ecoprint saja membutuhkan proses panjang, belum lagi lanjut ke proses pembuatan produk sesuai permintaan sehingga omset saat ini masih belum mencapai target ideal.

Namun karena ada kepuasan batin tersendiri yang membuat beliau tetap semangat berkarya di samping ada keinginan dan harapan kelak bisa memotivasi orang lain untuk ikut berkarya dan produktif maka beliau giat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan skill yang nantinya akan di manfaatkan untuk sharing ilmu di channel youtube dan live tiktok. Insyaallah.

Dengan perkembangan jaman dan teknologi aplikasi dan gadget membuat pemasaran klasik di bidang fashion dan craft terimbas dan kurang greget. Orang menjadi lebih suka sambil rebahan spill produk sampai detail lewat live pemasaran dan kalau cocok bisa langsung checkout.

Sebagai pebisnis mau tidak mau kita juga perlu untuk mengimbanginya dan ikut dalam platform yang sedang hits;

– Gerai offline di Qta Craft PIKA Gresik binaan PT Petrokimia Gresik.

– Costumized order by Whatsapp.

– (ON Process) Tiktokshop & Karya Perempuan Indonesia.

“Itu hal yang saya lakukan untuk memasarkan produk Bening Handmade.”

Di tengah gempuran produk import murah meriah memang tidak mudah untuk bersaing apalagi soal harga, tapi Bening Handmade yakin bisa tetap bersaing dan meraih peluang karena punya keunikan tersendiri dimana motif ecoprint meski dengan daun yang sama bisa menghasilkan jejak botani yang berbeda. Sangat unik!

Untuk meminimalisir komplain dari customer. Persistent dan double cross check. Memenuhi pesanan sesuai tenggat waktu, menunjukkan professionalisme kerja, dan double cross check produk sebelum dikirim agar mengurangi kesalahan saat pengiriman.

Inovatif dan adaptif. Dua hal yang harus dibangun untuk meningkatkan kinerja UMKM. Kenapa? Karena sebagai pebisnis kita harus peka dengan pergeseran selera costumer baik dari segi desain, corak sampai kebutuhan costumer yang terus bertumbuh.

Awal mula mengenal Womanpreneur Community melalui Facebook. Banyak banget manfaatnya dan jika kamu pemula sebaiknya mengikuti inkubasi WPC agar langkah bisnis kita terarah dan berkembang berkat tips-tips praktis yang diajarkan oleh WPC. Paket lengkap mulai dari pengembangan bisnis, relasi dan pemasaran.

Mentor luar biasa. Sangat kompeten di bidangnya sehingga pengalaman bisnis merea bisa dijadikan tonggak saat kita mengambil keputusan dan arahan dari para mentor benar benar praktis.

Karyaperempuan.id juga keren. Produk-produk handmade berkualitas hadir di platform yang sedang hits. Platform penjualan online ya!

Prestasi/pencapaian terbaik yang telah dicapai;

-Lolos kurasi butik HMC Jakarta dimana berdampingan dengan brand brand ternama tanah air di tahun 2015.

-Lolos kurasi produk via Qta Craft binaan PT Petrokimia Gresik dan bisa mengikuti pameran Inacraft oktober 2023.

Comments

comments

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *