IB My Project : Produk dari Desa Kecil dengan Kualitas Terbaik

Mumaizah, perempuan yang mendirikan usaha dibidang Jasa Konveksi dengan nama IB My Project. Berawal dari keresahan melihat anak muda dilingkungan tempat tinggalnya yang lebih suka membanggakan produk dari luar Negeri dibandingan produk yang ada didalam Negeri. Sejak saat itu, bu Mumaizah mendirikan usaha sablon di tahun 2013. Ia ingin membuktikan bahwa produk dari desa kecilpun tidak kalah kualitasnya dengan merk luar Negeri. Seriring berjalannya waktu dan kebutuhan bisnis, pada tahun 2016 akhirnya bu Mumaizah mendirikan konveksi untk mendukung jasa sablonnya sampai dengan saat ini.

 

Omzet yang didapat dari usaha tersebut saat ini mencapai 30-75 Juta/bulan. Motivasi bu Mumaizah menjalankan bisnis ini karena menurutnya bisa berdampak baik pada lingkungan, salah satunya bisa membuka lapangan pekerjaan. Ia sudah membantu perekonomian lokal karena 100% tenaga kerja berasal dari warga sekitar tempat tinggalnya. Ia juga merasakan kepuasan dalam membuat sesuatu karena bisa mewujudkan mimpi pelanggan dengan produk yang dihasilkan.

Produk yang dihasilkan dari konveksi bu Mumaizah bisa dicustom dengan desain sablon dan model kaos, pemesanan juga bisa satuan ataupun jumlah banyak. Selain itu juga ada free konsultasi desain jika ada pelanggan yang belum punya desain. Jaminan kepuasan dan komitmen untuk memenuhi kebutuhan pelanggan adalah hal pertama yang diperhatikan oleh bu Mumaizah dalam mempertahankan usahanya. Selain itu menurutnya kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kreativitas dan inovasi adalah pengembangan karakter yang dibangun untuk meningkatkan kinerja bisnis. Dengan keunggulan tersebut, produk dari IB My Project sudah pernah eksport ke Suriname, Malaysia dan Korea.

Namun, bisns tetaplah bisnis yang pastinya akan bertemu dengan pesaing. Ditengah banyaknya pesaing, ia mempertakankan usahanya dengan membangun dan menjaga kepercayaan pelanggan dan sering melakukan kolaborasi dengan komunitas dan perusahaan-perusahaan lain. Selain pesaing, ada kesulitan lain yang didapatkan bu Mumaizah, diantaranya kesulitan dalam mendapatkan tenaga kerja yang terampil, ketergantungan pada suplier bahan baku, serta keterlambatan produksi karena kesalahan desain maupun bahan baku. Dengan kesulitan tersebut, ia melakukan penjelasan lebih detail proses dan waktu pengerjaan serta memberikan informasi kepada pelanggan tentang produknya untuk meminimalisir resiko komplain.

 

Dengan kendala dan kesulitan yang dihadapi, bu Mumaizah mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan baginya. IB My Project menerima orderan mencapai 500 stel kaos dan baju training untuk sebuah acara dan hanya diberi waktu seminggu dengan keterbatasan tenaga kerja saat itu, tetapi dengan semangat yang membara, ia dan tim berhasil melampauinya dengan tepat waktu, sehingga sampai saat ini ia masih bermitra baik dengan pelanggan tersebut. Harapan bu Mumaizah kedepannya ingin membangun tim pemasaran yang profesional dan berpengalaman, untuk menggunakan teknologi sablon digital.

Awal mula ia mengenal WPC adalah pada saat membaca sebuah artikel tentang bisnis perempuan. Yang awalnya tidak tau harus berbuat apa dengan bisnis yang dijalani, dengan bergabungnya ia ke WPC sekarang jadi tau arah dan tujuannya, karena banyak sekali pelatihan dan ilmu yang didapat untuk pengembangan bisnisnya. Ia juga memuji para mentor yang sangat mendukung perkembangan bisnis perempuan, berpengalaman dibidangnya, dan memiliki jaringan luas, bu Mumaizah merasa sangat termotivasi dengan hal tersebut.

Comments

comments

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *