Untuk menjadi seorang wirausaha, banyak orang terkunci pada permasalahan MODAL, Modal yang selalu ada di baris depan untuk mulai melangkah, padahal, hal utama yang harus kita miliki bukan modal tapi MENTAL dan KARAKTER tertentu untuk bisa bertahan dalam perjalanan dinamika usahanya.alasan

Tentu saja karakter tertentu ini tidak serta merta datang begitu saja, dan tidak datang secara bawaan lahir.Saya tidak percaya bakat,apabila saya mempercayai bakat maka otomatis saya membatasi diri saya.Yang saya percayai adalah minat,dan alasan tertentu dibalik suatu minat.Bila minat sudah timbul maka timbul rasa suka…. yang hmmm… saya gambarkan rasa suka tersebut bisa menggetarkan dada,yang bila memikirkannya akan timbul hasrat yang sangat…. .Dari situlah timbul Bakat.

Seorang pengusaha tentu punya segudang alasan dibalik pikirannya,yang membuatnya berjuang mati-matian mempertahankan bisnis-usahanya serta terus berusaha mengembangkannya.Sudah mengerti arah pembicaraan saya??Ya… karakter bisa muncul dan terus menguat karena alasan yang berada dibalik pikirannya.

Yang saya maksud adalah,bila anda ingin dikatakan berbakat dalam dunia ‘entrepreneurship’ atau ‘kewirausahaan’, maka anda harus membangun alasan-alasan dipikiran anda mengapa anda harus menjadi seorang entrpreneur atau wirausahawan yang sukses,sehingga anda akan menjadi seseorang yang tangguh dan cakap dalam bidang tersebut.Alasan yang saya maksud disini bukan alasan ringan atau alasan ‘tipis’ yang bersifat sementara/jangka pendek saja.Contoh alasan ringan atau tipis ini seperti : “saya berwirausaha karena dikejar hutang” atau “saya berwirausaha karena mengisi kesibukan” atau “saya berwirausaha karena butuh uangnya”.Lalu kalo sudah tidak punya hutang,sudah punya kesibukan lain,sudah punya uang buat mencukupi biaya bulanan..,apakah masih mau berwirausaha?Mungkin masih mau.Apakah sudah bisa bertahan bila dibanting dengan krisis?Belum tentu.

Alasan – alasan yang dimiliki untuk menjadi seorang wirausahawan yang tangguh haruslah bersifat emosional dan mendalam.Robert Kiyosaki memilih jalur wirausaha,salah satu alasannya adalah karena ayah aslinya yang berpendidikan dan berjabatan tinggi tetap susah hidupnya sampai tua dan ia tidak ingin seperti itu.Salah satu alasan Bapak Tung Desem Waringin memilih untuk keluar kerja sebagai pimpinan cabang sebuah bank (salah satu bank terbesar pada saat itu) adalah ia tidak mampu membiayai ayahnya lagi ketika ayahnya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit singapore dengan biaya mahal, ia tidak ingin itu terjadi pada ibunya dan keluarganya.Tentu saja hal diatas hanyalah salah satu alasan dibalik pikiran kedua tokoh tersebut,saya yakin masih banyak alasan lainnya.

Contoh lain lagi dari alasan yang kuat adalah: seseorang ingin menjadi wirausahawan karena ia merasa hidupnya lebih mulia di mata Tuhan bila ia yang menciptakan lapangan pekerjaan, bukan pencari kerja.Inilah salah satu alasan mengapa banyak sahabat wanita yang bergabung dalam komunitas tercinta ini WOMANPRENEUR COMMUNITY .Karena wanita ingin menjadi seseorang yang bisa memberi bukan diberi, wanita selalu ingin menjadi dirinya bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi wanita lain, seperti perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan pahlawan wanita Indonesia yang mampu menginspirasi hingga saat ini

Kesimpulannya adalah, alasan – alasan mendalam inilah yang bila dipupuk,dipertahankan dan dibangun terus menerus maka akan menjadi sebuah karakter dan bakat. Bila boleh saya runtutkan pertama dari Pikiran lalu menjadi Kata – Kata lalu menjadi Perbuatan lalu menjadi Kebiasaan atau Pola lalu yang terakhir menjadi Karakter.

Urutan-urutan inilah kunci ajaibnya.Pikiran harus diisi dengan alasan – alasan mendalam sehingga membuat kita sering mengucapkannya dengan kata-kata,lalu kata-kata tersebut diikuti menjadi sebuah tindakan/perbuatan.Perbuatan/tindakan yang diulang-ulang menjadikannya pola atau kebiasaan,dan kebiasaan ini akan tertanam menjadi sebuah karakter.

Nah, mulailah selalu untuk membentuk pikiran yang positif, karena dari sanalah kekuatan besar dimulai.

 

Salam Inspirasi

Irma Sustika

Comments

comments

Share