Hanif merasa kualitas usaha yang dilakukan pengusaha perempuan harus lebih ditingkatkan
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat saat ini jumlah pengusaha perempuan di Indonesia mencapai 14,3 juta orang. Jumlahnya bertambah 1,63 juta orang dibandingkan tahun 2015 yang tercatat hanya 12,7 juta orang.

“Jadi saya melihat hal ini cukup menggembirakan,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri
Menurut Hanif, peningkatan jumlah pengusaha seharusnya bisa lebih memperkuat peran dan daya saing wirausaha perempuan dalam perekonomian nasional. Untuk itu kualitas usaha yang dijalani oleh pengusaha perempuan perlu lebih ditingkatkan lagi.

Beberapa hal yang menurutnya perlu ditingkatkan, antara lain kualitas produk, harga yang kompetitif, proses produksi, hingga waktu pengiriman barang yang cepat. Untuk mengejar semua hal ini, perlu ada inovasi bisnis dan pelayanan pada semua usaha yang dikerjakannya. Dia menyatakan pemerintah akan terus mendorong penciptaan dan pengembangan inovasi untuk industri Tanah Air.

Pengusaha perempuan di Indonesia lebih banyak terdapat pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang masih informal. Sementara di tengah situasi bisnis yang semakin kompetitif dan pasar yang semakin terintegrasi, sektor informal akan sulit untuk berkembang.

Tantangan utamanya adalah bagaimana membuat UMKM bertransformasi menjadi sektor usaha formal. Padahal, kata Hanif, dalam beberapa forum internasional, regulasi terkait UMKM sebagai bagian dari rantai pasok industri telah sering dibahas. Dia berharap ada aturan mengenai UMKM, kemudian sektor usaha ini harus bisa menyesuaikan diri.

Sedangkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda Imbang Jaya mengatakan selama ini pengusaha perempuan Indonesia masih fokus pada pasar dalam negeri. “Kalau saya perhatikan mereka (pengusaha muslimah) masih fokus untuk pasar domestik, namun potensial untuk ekspor,” ujarnya.

Padahal, banyak peluang bagi wirausaha perempuan, terutama pengusaha muslimah Indonesia, untuk bersaing di pasar luar negeri. Salah satu yang cukup potensial adalah pakaian dan busana muslim yang sebenarnya sudah memiliki pasar di Timur Tengah.

Comments

comments

Share