Sprei Berbahan Baku yang Ramah Lingkungan ‘OQIO’

Citra Zorasthia Wardani yang memiliki usaha dengan brand ‘OQIO’. Usaha ini berdiri sejak tahun 2019 dan omzet nya itu rata-rata 30 juta/bulan. “Awalnya saya membuat daster dan mukenah, lalu setelah mengikuti IWPC dan bertepatan dengan lockdown pandemic covid 19, akhirnya saya memutuskan untuk fokus pada produk home décor, khususnya sprei dan bed cover. Tidak disangka ternyata permintaan konsumen meningkat terus dan cenderung stabil selama pandemi.” tuturnya.

OQIO menawarkan produk sprei berbahan baku katun dengan beragam pilihan motif. Selain itu kualitas jahitan juga dijaga sehingga produk sprei lebih awet dan kuat. OQIO menawarkan produk sprei yang akan menjawab kebutuhan konsumen dimasa depan. OQIO bertekad untuk hanya menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan.

Visi OQIO adalah menjadi pabrik sprei pertama yang ber-Standar 100 Oeko Tex. Saat ini belum ada satupun produsen sprei di Indonesia yang mengantongi sertifikat Standar 100 OEKO TEX yang dikeluarkan oleh Oeko Tex Swiss. Standar 100 Oeko Tex adalah salah satu label paling terkenal di dunia. Label tersebut memberi perbedaan pada produk tekstil dan aksesori yang tidak menimbulkan resiko kesehatan.

Kedepannya, OQIO akan mendaftarkan produknya untuk memenuhi standar tersebut. Saat ini OQIO belum bersertifikat Oeko, namun menggunakan bahan baku berstandar Oeko Tex, yaitu Natural Cotton & Benang Jahit.

Keunggulan Produk OQIO :

  • Menggunakan bahan Oeko Tex yang bebas allergen, bebas bahan kimia berbahaya, menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan aman untuk kulit sensitive sekalipun.
  • Jahitan yang rapi dan kuat.
  • Bisa custom size.
  • Kemasan re-usable yang ramah lingkungan.

Untuk cara pemasaran nya pun masih secara organik lewat Facebook & Instagram serta marketplace Tokopedia & Shopee. Saat ini tengah melakukan proses re-branding dari merk Harumi Beddings menjadi OQIO, masih secara organic dan secara perlahan akan mulai menerapkan strategi marketing baru, salah satunya mulai beriklan pada bulan Juni ini (dibantu pakar marketing dari Meta).

“Poin pentingnya adalah komunikasi yang baik dengan konsumen. Pelayanan yang ramah & sabar membuat konsumen lebih respect terhadap brand. Jika terdapat kesalahan (misalkan salah ukur, salah motif) kami juga siap untuk memperbaiki/mengganti dengan produk yang lain. Kendala bisnis selalu ada disetiap jenjang usaha, namun yang saat ini paling menjadi perhatian saya adalah pengembangan tim produksi & marketing.” tutur Ibu Citra.

Apa yang membuat Anda termotivasi untuk menjalankan bisnis ini? OQIO memberdayakan pekerja perempuan dengan menerapkan ethical employment dan memberikan kesempatan belajar untuk upgrade skill dan kepribadian. Menciptakan kesempatan bekerja bagi perempuan untuk dapat menghidupi diri sendiri & keluarga. Kami juga fokus pada penggunaan bahan baku yang berstandar Oeko Tex yang ramah lingkungan, serta pemanfaatan sampah textile untuk produk sampingan seperti scrunchies, tote bag, dll.

Ibu Citra juga membagikan sebuah tips untuk membangun karakter dalam bisnis yaitu;

Willingness to Learn : punya keinginan untuk belajar hal baru dan menikmati setiap prosesnya, karena dalam setiap perjalanan bisnis kita akan bertemu dengan kritik & masukan dari berbagai pihak. Penting sekali untuk membuka dirii & belajar hal baru, sehingga tidak baper-an jika menerima kritik, melainkan jadi pemicu untuk memciptakan produk yg lebih baik.

Self Discipline : hanya diri kita yang bisa diandalkan untuk membangun bisnis. Semangati diri sendiri, ciptakan rutinitas yang dinamis dan menyenangkan untuk dijalankan, buat target realistis yang harus dicapai.

Pengalaman bisnis yang dijalankan menurut Ibu Citra yang paling berkesan adalah antusiasme pelanggan terhadap produk OQIO. Mereka tidak segan untuk menulis testimoni, bahkan memfoto produk untuk diunggah ke sosmed. Hal tersebut sangat membantu bisnisnya untuk lebih dikenal. Prestasi terbaik saat dipercaya untuk mendapatkan Dana Hibah dari Benihbaik – Tokopedia yang digunakan untuk membeli mesin produksi, sehingga bisa mewujudkan workshop pertama.

Bergabung dengan WPC adalah keputusan terbaik yang saya buat, karena WPC membersamai UKM OQIO sejak awal, membukakan banyak pintu kesempatan. IWPC adalah program yang sangat komplit untuk mendampingi UKM perempuan, berbeda dengan banyak program lainnya yang hanya sekedar seremonial pelatihan.

Mentor IWPC juga komplit untuk membantu sebuah UKM untuk membangun fundamental bisnisnya. Pendapat saya tentang karyaperempuan itu e-commerce yang sangat potensial untuk berkembang karena produk UKM perempuan juga sangat banyak dan bisa diajak bergabung dalam Karyaperempuan.id.

Sumber: Citra Zorasthia Wardani

Comments

comments

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *